Kriteria Pemimpin yang Menurut Rasulullah Tak akan Cium Bau Surga

Selasa, 28 April 2020 05:41

FAJAR.CO.ID — Syariat Islam (agama) menuntun para pemimpin untuk jujur, amanah, dan berani menyuarakan kebenaran dan keadilan. 

Tidak memihak kepada golongan apa pun, merakyat dan mengayomi, senantiasa berjuang dan memperjuangkan hak-hak atau aspirasi rakyat, bekerja dengan hati dan penuh tanggung jawab, siap dengan kondisi dan dalam keadaan apa pun, serta rela mengerahkan waktu, materi, dan tenaganya. 

Dikisahkan Ma’qil bin Yasar ra ketika sakit dijenguk oleh Gubernur Ubaidillah bin Ziyad. Maka,  Ma’qil berkata, ”Aku akan menyampaikan kepadamu suatu hadis yang telah aku dengar dari Rasulullah SAW. Beliau bersabda, siapa yang diamanati Allah untuk memimpin rakyat, lalu ia tidak memimpinnya dengan tuntunan yang baik, ia tidak akan dapat merasakan bau surga.” (HR Bukhari dan Muslim). 

Hadits di atas menjelaskan bahwa di akhirat kelak ada manusia yang tidak dapat mencium bau surga (bila tidak dapat merasakan bau surga maka pasti masuk neraka), yaitu seorang pemimpin yang diberikan amanat oleh rakyat, tetapi tidak menjalankan amanat tersebut secara baik dan sesuai dengan tuntunan agama. 

Pemimpin yang menjalankan amanat rakyat berarti ada iman dalam dirinya, sehingga kemudian dapat memberikan rasa aman kepada rakyatnya. Sebaliknya, jika pemimpin sudah tidak amanah (berkhianat), yaitu melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan rakyat, seperti korupsi, memakan harta yang bukan haknya atau menyuap dan sebagainya, hilanglah iman dalam dirinya, kemudian rakyat menjadi tidak aman dan menderita. 

Komentar


VIDEO TERKINI