Meski PSBB Ditunda, Batas Gowa-Makassar Sudah Dipalang Polisi

Selasa, 28 April 2020 17:32

FOTO: ISHAK/FAJAR

FAJAR.CO.ID, GOWA — Akses masuk menuju Kabupaten Gowa tampak ketat. Padahal, aturan PSBB di Butta Bersejarah itu ditunda pada Mei mendatang.

Aparat gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) Gowa berjaga-jaga di batas wilayah tersebut.

Akses masuk di sana sempat terpalang oleh bambu, yang juga terpasang sebuah spanduk warna kuning. Spanduk itu tertulis ucapan permohonan maaf.

Kasat Binmas Polres Gowa, AKP Robert Naro mengatakan, penjagaan itu merupakan uji coba PSBB. Kendaraan yang melintas dari Makassar dialihkan ke jalan lain.

“Sehingga pada pelaksanaan PSBB nanti, mereka (pengendara) tidak kaget lagi karena di perbatasan sudah terapkan itu,” kata Robert kepada Fajar.co.id, Selasa (28/4/2020).

Pelaksanaan uji coba di perbatasan Jalan Sultan Hasanuddin – Jalan Sultan Alauddin itu digelar setiap pagi hari. Dengan durasi waktu selama satu setengah jam. Saat pelaksanaan PSBB nanti, kata Robert, jalan itu bakal ditutup.

“Pelaksanaannya, nanti kita lihat nanti. Kita akan tutup. Mereka (pengendara) akan diperiksa atau bagaimana,” tambah perwira polisi berpangkat tiga balok ini.

Diketahui, pelaksanaan PSBB di Kabupaten Gowa diundur hingga Mei mendatang. Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, sebagai pengambil keputusan dalam aturan tersebut.

Menurutnya, penundaan ini dilakukan menunggu semua distribusi bantuan tersalurkan dengan baik sebelum PSBB.

“Kami sepakat untuk menyalurkan dulu bantuan sosial baru kita memulai PSBB. Salah satu yang ditunggu adalah pencairan dana desa yang diperkirakan akan cair awal Mei mendatang,” jelas Adnan.

Adnan menyebutkan, jika PSBB tetap dilaksanakan pada bulan ini, maka ada sekitar 11.666 Kepala Keluarga (KK) masyarakat desa kurang mampu yang belum mendapatkan bantuan. Mereka ini mendapatkan bantuan dari pos anggaran dana desa yang diperuntukkan dalam penanganan Covid-19. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
10
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar