Pertama dalam Sejarah, Arab Saudi Hapus Hukuman Mati dan Cambuk

Selasa, 28 April 2020 09:41

Raja Saudi Salman bin Abdulaziz. Foto: AFP

FAJAR.CO.ID, RIYADH– Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk meniadakan hukuman mati bagi terpidana di bawah umur. Sejalan dengan itu, pihak Pengadilan Kerajaan juga mengakhiri pencambukan sebagai bentuk hukuman.

Presiden Komisi HAM Arab Saudi, Awwad Alawwad dalam pernyataan yang mengutip dekrit kerajaan mengatakan, hukuman mati itu akan dieliminasi ketika pelaku kejahatan berusia di bawah umur.

“Sebagai gantinya, individu tersebut akan menerima hukuman bui tak lebih dari 10 tahun di fasilitas penahanan remaja,” demikian pernyataan resmi Awwad seperti dikutip dari AFP, Senin (27/4/2020).

Dekrit tersebut diperkirakan, bakal menyelamatkan nyawa setidaknya enam orang komunitas minoritas Syiah dari eksekusi hukuman mati.

Mereka dituduh mengambil bagian dalam protes anti-pemerintah selama gejolak Arab Spring, di mana mereka kala itu masih berusia di bawah 18 tahun.

“Ini adalah hari yang penting bagi Arab Saudi, dan ini menjadi mungkin karena pengawal dua kota suci Raja Salman serta Putra Mahkota Pangeran Mohammad bin Salman,” kata Awwad.

Awwad mengatakan, bahwa dekrit itu bakal menjadi tolok ukur untuk membantu Arab Saudi menciptakan hukum pidana yang lebih modern.

“Kami yakin bahwa Arab Saudi akan mewujudkan tujuan ini dalam menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi semua warga negara dan penduduknya sebagai bagian dari aliran reformasi yang berkelanjutan pada visi 2030 di bawah kepemimpinan Raja Salman dan Putra Mahkota,” tutur Awwad seperti dikutip dari Saudi Gazette.

Komentar


VIDEO TERKINI