PSBB Surabaya, Pusat Grosir Berhenti Beroperasi

Selasa, 28 April 2020 10:59

Perundingan antara pedagang dan manajemen PGS dimediasi petugas Polsek Bubutan dan Polrestabes Surabaya. (Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID– Pusat Grosir Surabaya (PGS) akan kembali tidak beroperasi selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berlangsung di Surabaya. Senin (27/4) perundingan antara pedagang dan manajemen PGS dimediasi petugas Polsek Bubutan dan Polrestabes Surabaya.

Hasilnya, PGS yang baru buka delapan hari terpaksa tutup untuk kali kedua.

Informasi itu disampaikan Nicky, perwakilan pedagang yang bertemu untuk melakukan perundingan. ’’Dengan berat hati, pusat perbelanjaan dan toko swalayan wajib menaati ketentuan-ketentuan yang tercantum,’’ tuturnya sembari membacakan surat pemberitahuan di hadapan para pedagang.

Sebelum surat pemberitahuan tersebut keluar, dia bersama puluhan pedagang mendatangi pengelola PGS, yakni PT Jasamitra Propertindo, di lantai dasar. Sebab, para pedagang telah menerima informasi yang simpang siur tentang penutupan PGS. Ditambah lagi, para pedagang mendapat informasi bahwa pasar dan mal lainnya boleh tetap buka. ’’Iya, masak yang lain buka. PGS saja yang ditutup. Makanya, kami minta kejelasan,’’ kata Nicky.

Namun, dialog antara pedagang dan pengelola itu sempat menemui deadlock sehingga memutuskan perwakilan pedagang dan pengelola mendatangi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya.

Nicky menyatakan, pihaknya telah meminta kelonggaran agar pengelola memberikan waktu terhadap para pedagang untuk berkemas. Terutama menjual barang-barang sehingga bisa dipasarkan secara online.

Dia berharap Pemkot Surabaya juga memperhatikan nasib karyawan toko yang bekerja di PGS. Sebab, lanjut dia, banyak karyawan toko yang ber-KTP Surabaya.

Komentar


VIDEO TERKINI