Sanksi Pukul Rotan Ala Polisi India Diterapkan di Makassar, Begini Jawaban Gubernur NA

Selasa, 28 April 2020 10:41

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Memasuki hari keempat penyelenggaraan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar belum menunjukkan hasil positif. Masih banyak pelanggaran yang dilakukan warga.

Kerumunan di ruang publik masih nampak terjadi. Kemacetan kendaraan di jalan protokol juga masih tampak. Aksi balap liar jalanan pun marak.

Sejumlah pihak menyarankan perlu ada sanksi tegas agar warga patuh pada aturan PSBB ini. Pengamat Kebijakan Publik, Adnan Nasution, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mesti ada dasar hukum dan ketegasan bagi para pelanggar.

“Tindakan tegas perlu dilakukan agar penerapan PSBB tidak sekadar menjadi kebijakan yang sia-sia. Terlebih, tujuan utama dalam kebijakan ini ialah menekan penyebaran Covid-19 yang sudah mengkhawatirkan,” tutur Adnan.

Bahkan Adnan mengusulkan Pemkot Makassar untuk mengadopsi sanksi pukul pantat menggunakan tongkat rotan ala polisi India kepada warga yang melanggar larangan PSBB.

Wacana ini perlu dipertimbangkan guna memberi efek jera serta menyadarkan warga guna pencegahan penyebaran virus Corona.

Menjawab usulan wacana tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah menyampaikan pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel.

“Langkah mulai sosialisasi, uji coba, hingga penerapaa. PSBB. Memang masih banyak yang bandel, masjid masih ada yang menggelar salat jamaah, ada juga konvoi motor dan balap liar. Tapi semua itu sudah kita tertibkan,” jelas Nurdin Abdullah, Senin (27/4/2020).

Ia kemudian menjelaskan, sanksi pukul rotan ala polisi India yang telah diterapkan sejumlah daerah tidak serta merta bisa dilaksanakan di Makassar.

Menurut Nurdin, setiap wilayah memiliki budaya dan style yang berbeda. Di Makassar lebih mengedepankan model komunikasi efeltif.

“Terkait sanksi pukul rotan, masing-masing wilayah punya style berbeda. Belum tentu cocok diterapkan disini. Kita pakai model komunikasi efektif. Saya harap PSBB efektif memutus mata rantai penularan Covid-19,” terang NA.

Gubernur berharap kesadaran penuh seluruh warga mensukseskan PSBB ini. Masyarakat juga perlu memahami betapa bahayanya virus ini.

“Kami pemerintah berharap warga patuhi aturan. Jika tidak terlalu mendesak, sebaiknya diam saja di rumah. Agar bencana ini bisa cepat terselesaikan. Demi kebaikan kita bersama,” imbaunya. (endra/fajar)

Bagikan:
9
8
10

Komentar