Santunan Rp1,1 M, 98 Tim Medis Meninggal Akibat Corona

Selasa, 28 April 2020 06:21

ILUSTRASI/DOK

FAJAR.CO.ID, LONDON—Pemerintah Inggris sedang menyusun skema jaminan hidup untuk NHS dan para pekerja garis depan perawatan sosial lainnya selama pandemi virus corona. Sekretaris Negara untuk Kesehatan dan Perawatan Sosial, Matt Hancock mengatakan itu pada sebuah konferensi pers pemerintah.

“Keluarga staf yang meninggal karena virus korona dalam pekerjaan garis depan mereka yang penting akan menerima pembayaran £ 60.000 (sekitar Rp1,1 miliar),” kata Hancock seperti dikutip dari Metro.co.uk.

Politikus Inggris yang telah menjadi Anggota Parlemen (MP) sejak 2010 itu menegaskan, santunan ini tidak akan bisa menggantikan kehilangan keluarga. Namun, ini menurutnya menjadi bukti kepedulian mereka.

“Tentu saja tidak ada yang menggantikan kehilangan orang yang dicintai kecuali kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung keluarga yang menghadapi kesedihan ini,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa 82 staf NHS dan 16 staf perawatan sosial telah kehilangan nyawa mereka karena coronavirus. “Mereka mendedikasikan hidup mereka untuk merawat orang lain. Kita harus merawat orang yang mereka cintai,” ujarnya.

Hancock menambahkan bahwa krisis akibat virus corona ini telah menunjukkan negara ini sangat menghargai pekerja kesehatan dan perawatan sosial. “Kami dan saya ingin memberikan penghormatan kepada ketekunan masyarakat Inggris yang tinggal di rumah di akhir pekan musim semi yang hangat ini. Mayoritas melakukan hal yang benar dan tinggal di rumah untuk melindungi NHS,” ujarnya.

Ketua komite pensiun dari British Medical Association (BMA), Dr Vishal Sharma, mengatakan jumlah tersebut bisa membantu keuangan keluarga. Namun, keluarga dokter dan pekerja medis lainnya tetap akan kehilangan keamanan finansial jangka panjang.

“Kehilangan orang yang dicintai selama masa mengerikan ini akan cukup sulit bagi keluarga. Mereka kehilangan apa yang mungkin menjadi sumber pendapatan utama mereka, membuat mereka tidak yakin dengan apa yang akan terjadi di masa depan,” ujarnya.

Jumlah santunan ini menurut Sharma mungkin tampak cukup besar. Tapi, itu tidak bisa menjadi pendapatan seumur hidup yang mungkin diperoleh orang yang mereka cintai jika mereka tidak meninggal akibat melawan krisis di garis depan. (amr)

Komentar


VIDEO TERKINI