Yakult dan Niat Mulia Shirota

Selasa, 28 April 2020 14:29

Yakult

FAJAR.CO.ID– PT Yakult Indonesia adalah perusahaan PMA berasal dari Jepang yang memproduksi serta mendistribusikan secara langsung minuman susu fermentasi – Minuman Keluarga Sehat Setiap Hari – Yakult.

Pemenang hadiah Nobel Iliya Metchnikov (1908) awalnya menemukan masyarakat di pegunungan Kaukasus yang sehat dan panjang umur. Rahasia mereka terletak pada minum susu fermentasi yang dikonsumsi setiap hari. Penemuan itu lantas diteliti lebih dalam lagi oleh mikrobiologis dari Kyoto University Japan, Doktor Minoru Shirota. Pada tahun 1930, dia berhasil mengkulturkan bakteri baik Lactobacillus casei Shirota strain menjadi bakteri unggul yang tahan terhadap asam lambung dan cairan empedu sehingga mampu mencapai usus kecil dalam keadaan hidup serta menguntungkan bagi kesehatan manusia. Inilah yang menjadi cikal bakal Yakult.

Perusahaan ini kemudian berdiri di tahun 1935 di Jepang dengan produk minuman susu fermentasi Yakult. Setelah berhasil di Jepang, Shirota mengampanyekan niat mulianya bagi seluruh masyarakat di dunia yang disebut dengan Shirota-ism, yaitu :

  1. Mencegah lebih baik daripada dari mengobati.
  2. Usus yang sehat adalah kunci umur panjang.
  3. Membuat Yakult tersedia dengan harga yang terjangkau di seluruh dunia.

Inilah yang sekarang menjadi filosofi perusahaan Yakult di seluruh dunia.

Doktor Minoru Shirota

Yakult mulai dikembangkan keluar Jepang seperti Taiwan, Korea, Indonesia dan seterusnya. Sekarang Yakult telah tersedia di 40 negara dan menjadi minuman yang dibutuhkan oleh semua usia mulai dari anak kecil hingga manula untuk menjaga kondisi tubuh dan daya tahan tubuh selalu baik.

Di Indonesia, Yakult telah berdiri sejak 1991 dengan berkantor pusat di Jakarta. Di tahun 2020, Yakult Indonesia telah berusia lebih dari 29 tahun. Yakult hingga sekarang memberi kesempatan kerja bagi lebih dari 6.300 karyawan tetap di semua lini usaha, dan menjadi tempat kerja bagi hampir 10.000 orang Yakult Lady sebagai Agen Bebas di wilayah tempat tinggalnya. PT Yakult Indonesia Persada mempunyai sistem distribusi langsung ke semua gerai (toko, swalayan, pabrik, institusi dll) oleh Sales Force menggunakan mobil berpendingin khusus dengan mengenakan seragam resmi perusahaan.

Cara lain adalah melalui Yakult Lady yang mengunjungi peminum langsung (di rumah, kantor dll) sambil menjelaskan manfaat menjaga pola hidup yang baik dan kesehatan pencernaan. Para Yakult Lady ini adalah petugas resmi Yakult yang telah terdidik dalam disiplin dan pengetahuan produk sehingga dapat menjadi Pusat Informasi Berjalan dalam komunitas tempat tugasnya.

Guna menjadikan produk yang baik ini dan selalu terjaga mutunya, PT Yakult Indonesia Persada memiliki dua pabrik yang terletak di Desa Pasawahan, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat seluas 5 hektare dan di Ngoro Industrial Park, Mojokerto, Jawa Timur seluas 5,25 hektare. Kedua pabrik ini berlokasi pada kaki gunung dengan kualitas dan kuantitas air yang telah teruji sehingga menjamin kelangsungan produksi.

Untuk Standar Produksi Pabrik Yakult telah menerapkan kualitas keamanan produk, Standar Produksi Pabrik Yakult telah mengikuti ISO 22.000 : 2005. Pabrik Yakult saat ini telah menjadi lokasi tujuan wisata pendidikan bagi masyarakat umum.

Kesadaran untuk menjaga tubuh yang prima sangat penting. Untuk itu Yakult mempunyai divisi Propaganda dan PR Science yang siap mengunjungi kelompok masyarakat (umum, sekolah, praktisi, karyawan kantor / pabrik dll) untuk memberi informasi seputar Yakult dan manfaatnya tanpa ada biaya pelayanan. Kegiatan ini telah dilakukan kepada lebih dari 2.400.000 orang dalam satu tahun di seluruh daerah area tugas kami, sehingga masyarakat menyadari pentingnya manfaat Yakult.

Produk yang baik harus sampai ke tangan konsumen dalam keadaan baik pula. Untuk itu, semua kendaraan pengiriman Yakult harus menjamin suhu dalam perjalanan dan penyimpanannya antara 0 – 10 derajat celcius. Cara ini bertujuan agar rasa dan manfaat Yakult secara maksimum setiap saat dapat diperoleh oleh konsumen setia Yakult.

Guna mengontrol mutu terbaik di toko, Sales Force yang menggunakan mobil berpendingin khusus membuat jadwal kunjungan sekali seminggu dan mengirimkan kecukupan stock untuk waktu tersebut sehingga potensi Yakult rusak dan kadaluarsa bisa dihindari sampai pada titik nol.

Demikian juga dengan pelanggan rumah yang mendapat Yakult dari Yakult Lady, dikunjungi setiap minggu dan dikirimkan sesuai kebutuhan hingga kunjungan berikutnya sehingga selalu produk terbaru didapat pelanggan setia Yakult.

Saat ini, PT Yakult Indonesia Persada telah melakukan kegiatan CSR atau Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk masyarakat bekerjasama dengan Lembaga Alam Lestari (LA-LI) di sekitar Pabrik Yakult Sukabumi yaitu Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), dengan melakukan penanaman pohon tegakan pada tahun 2015, 2017, 2018, 2019 dan akan dilanjutkan pada tahun 2020.

Selain itu juga kegiatan CSR bekerjasama dengan Pawitra Airlangga Sakta (PAS) – Lestari di sekitar Pabrik Yakult Mojokerto, yaitu di Hutan Gunung Penanggungan, dengan melakukan penanaman pohon tegakan. Selain itu Yakult bekerjasama dengan Yayasan Lovepink Indonesia, melakukan kegiatan bakti sosial. Meliputi Sosialisasi Deteksi Dini Kanker Payudara (Pink Talk) berdurasi 1,5 jam dibawakan oleh Survivor Lovepink Indonesia (Team Sosialisasi).

Kegiatan ini dilakukan kepada seluruh peserta, yaitu ibu-ibu dengan penjelasan mengenai Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI).

Pemeriksaan USG payudara (Pink Van) oleh dokter spesialis radiologi yang disupport relawan Survivor Lovepink kepada 15 orang per kegiatan yang bekerjasama dengan Yakult, periode bulan September – Nopember 2019 di Jakarta dan sekitarnya. Kemudian dilaksanakan pula kepada Ibu Yakult Lady, dengan syarat; tidak sedang dalam periode menstruasi dan tidak sedang hamil atau dalam masa menyusui.

Sebagai Minuman Susu Fermentasi – Minuman Keluarga Sehat Setiap Hari, Yakult berkewajiban menyebarkan arti dan manfaatnya kepada seluruh masyarakat. Dengan Shirota-ism, kami tetap berusaha menyebarkan informasi Bakteri Baik sehingga tingkat produktifitas dan masa hidup bangsa bisa lebih baik di masa yang akan datang. (rls/fajar)

Bagikan berita ini:
3
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar