ASN Terima Bantuan Sembako, Kadinsos: Mereka Punya Teman yang Bisa Akses Data

Rabu, 29 April 2020 10:32

Pembagian sembako di Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Pembagian bantuan sembako masih bermasalah. Mulai dari bantuan yang dobel hingga adanya ASN yang juga menerima bantuan.

Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan dan Aset DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar mengungkapkan, pembagian bantuan sembako dari Dinas Sosial Makassar amburadul. Mulai dari penyaluran yang lambat hingga salah alamat.

Buktinya, beber Dasniar, temuan di lapangan, ada aparatur sipil negara (ASN) aktif yang juga menerima bantuan. ”Ada ASN yang dapat (bantuan) dan sudah diminta kembalikan. Ini bukan kasus pertama salah sasaran. Dinas Sosial betul-betul harus verifikasi data penerima,” paparnya, Selasa, 28 April.

Legislator Partai Gerindra ini pun mendesak agar verifikasi data tak dilakukan manual, tapi melalui daring. Dengan demikian akan memudahkan verifikasi.

”Seharusnya mereka punya tim IT. Data dimasukkan secara daring, bukan manual. Kalau data daring, maka cepat terlacak semua,” imbuhnya,

Pemerintah seharusnya sejak awal mengedukasi dan melakukan pendekatan ke masyarakat. Jelaskan bahwa dahulukan warga yang sama sekali tidak mendapatkan bantuan sama sekali. ”Warga itu tak salah. Pemkot yang harus memperbaiki pola pendistribusian,” imbuhnya.

Kepala Dinas Sosial (Dissos) Makassar, Mukhtar Tahir tak menampik adanya penerima bantuan yang tidak tepat sasaran. Itu menurutnya menjadi margin error yang perlu segera dibenahi.

“Dia punya koneksi atau teman yang bisa mengakses ke data. Dalam tanda kutip bukan karena “dekkeng”. Sehingga ini menyusahkan kita,” kata Mukhtar.

Makanya, pihaknya akan mulai tegas bila menemui ada hal-hal yang tak sesuai dengan mekanisme pendataan. Salah satunya untuk menghindari data atau penerima yang dobel.

Jika misalnya ada penerima bantuan PKH yang sengaja mendaftarkan diri sebagai penerima sembako, maka namanya dicoret sebagai penerima PKH. Dengan demikan, dapat menghindari dobelnya bantuan.

“Penerima PKH yang ternyata sengaja mendaftar terima sembako, maka saya akan coret dari PKH. Pasti saya minta di pihak kelurahan atau TKSK untuk mencoret,” tegasnya.(lis/fajar)

Komentar