Biasanya Antre, Tak Tahu ke Mana

Rabu, 29 April 2020 14:20

Penulis saat menerima sumbangan APD di redaksi Fajar.

Setelah pemeriksaan tubuh, dilanjutkan dengan pengambilan sampel darah. Kebetulan hari itu, saya puasa Ramadan. Jadi, bisa langsung pengambilan sampel darah. Hanya menunggu satu jam setelah pemeriksaan.

Dokter Saldy juga menjelaskan, hanya memberikan dua jenis obat. Katanya, tak perlu ragu karena obat yang diberikan untuk konsumsi selama dua minggu rutin setiap hari, masing-masing 1 x 1, gunanya untuk menurunkan tensi. Tak ada efek ke organ tubuh seperti ginjal, hati, dan jantung. Malah menguatkan. Efeknya cuma mengantuk kalau habis dikonsumsi. Makanya, dikonsumsi usai buka puasa dan setelah sahur.

Dua pekan kemudian, tepatnya pada 11 Mei, saya diminta kontrol lagi. Sekalian mengambil hasil sampel darah yang diuji di laboratorium RS.

Hari itu, saya baru sadar. Ternyata pandemi covid-19 yang melanda sekitar 200 negara di dunia, efeknya luar biasa. Orang yang sakit, kalau tidak parah atau terpaksa, untuk sementara menghindari rumah sakit. Apalagi gejala covid-19 terlalu umum. Misalnya suhu tubuh di atas 38 derajat, batuk-batuk, agak sesak napas, hilangnya rasa pencernaan. Tak jauh beda dengan gejala umum orang yang mengalami flu.

Belum lagi, ada yang trauma pada saat melihat perawat maupun dokter yang mengenakan APD. Padahal itu standar yang diterapkan WHO sejak pandemi covid-19. Sebab, tak sedikit paramedis tertular covid-19 dari pasien yang tidak diketahui positif corona.

Komentar