BLT Belum Cair, Legislator PKS: Tunggu Tas Pembungkus ‘Bantuan Presiden’

Rabu, 29 April 2020 15:34

Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, Andi Akmal Pasluddin. Foto: Humas FPKS DPR RI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin yang membidangi persoalan Pertanian, Kehutanan dan Kelautan menyayangkan prilaku pemerintah mulai dari pimpinan negara hingga menteri-menterinya yang terlalu mementingkan citra dirinya dengan mengabaikan substansi.

Politikus PKS ini menagih janji Presiden Jokowi yang mengatakan mencairkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) pada pekan ini. Pekan ini yang dikatakan pimpinan negara ini berlangsung sejak 21 April 2020. Tetapi hingga 29 April, BLT tidak kunjung sampai ke masyarakat.

Akmal yang mengaku mewakili masyarakat sebagian besar petani, nelayan dan penduduk di sekitar hutan mendapat keluhan terkait janji pemerintah ini. Keadaan mereka sudah sangat berat dengan adanya dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah masing-masing terutama zona merah akibat dari wabah covid-19 ini.

“Pemberitaan yang menjelaskan bahwa bantuan pemerintah tersendat karena nunggu tas pembungkus yang bertuliskan Bantuan Presiden ibarat petir di siang bolong dalam keadaan terik panas. Sesuatu yang seharusnya mustahil tetapi ada di Indonesia. Tega Sekali. Mestinya pembungkus itu bertuliskan Bantuan untuk Rakyat dari Uang Rakyat,” ketus Akmal dalam keterangan persnya, Rabu (29/4/2020).

Akmal menyoroti berbagai pemotongan APBN dengan kalimat penghematan khusus di mitra kerjanya, Kementan, KKP dan KLHK merupakan sebuah tindakan yang tidak masuk akal.

Ia mempertanyakan bagaimana kita akan mampu segera mengurangi angka kemiskinan jakalau pengelolaan negara ini dilakukan secara praktis dan sesimple sekarang.

Komentar


VIDEO TERKINI