Gugus Tambah Hotel

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR – Sejumlah hotel disiapkan. ODP dan OTG kini bisa istirahat lebih nyaman.

SEBELUMNYA, hanya Swiss-Belhotel di Jalan Ujung Pandang, Makassar, kini jumlah ditambah. Ada Swiss-Belinn Panakkukang, Sheraton Makassar, Four Points by Sheraton sebagai cadangan.

Tempat karantina spesial ini diperuntukkan bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Termasuk mereka yang dalam rapid test dinyatakan positif korona.

Hingga malam tadi, sudah 453 orang positif Covid-19 di Sulsel. Rinciannya, 301 dirawat, 115 sembuh, dan 37 meninggal. Sementara PDP sebanyak 781 orang, 245 dalam follow up, 455 non-Covid-19, dan 81 meninggal.

Sementara untuk ODP Sulsel masih ada 1.124 yang sedang dalam pemantauan dari total 3.781 orang ODP. Sebanyak 2.657 lainnya telah selesai dipantau.
Khusus untuk Makassar, ada 215 ODP yang sedang dalam proses pemantauan.
Sedangkan OTG ada 117 orang dari hasil rapid test massal pada 23 April lalu. Total positif Covid-19 Makassar sebanyak 343 orang, yakni 237 dirawat, 78 sembuh, dan 28 meninggal.

Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengungkapkan sudah ada dua hotel yang disiapkan untuk menampung mereka: Hotel Swiss-Belinn Panakkukang dan Hotel Sheraton Makassar.

Warga yang menjalankan isolasi atau karantina mandiri akan dipindahkan ke dua hotel itu. Sementara untuk tenaga medis, pemerintah menyiapkan Hotel Grand Sayang sebagai tempat tinggal.

“Kita akan upayakan segera warga kita yang selama ini melakukan isolasi mandiri di rumahnya untuk dipindahkan ke hotel yang sudah disiapkan. Termasuk juga yang dinyatakan positif saat rapid test,” ujar Iqbal usai menerima kunjungan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Posko Induk Info Covid-19 Makassar, Selasa, 28 April.

Proses pemindahan ini akan dilakulan dalam waktu dekat. Gugus tugas, akan mendata terlebih dahulu sebelum memindahkan ODP dan OTG ke hotel yang telah disiapkan.

“Dengan begini kita bisa lebih mudah melakukan pemantauan. Jadi bisa lebih cepat juga kita memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini,” imbuhnya.

Kesehatan ODP dan OTG ini akan dipantau selama berada di hotel. Selanjutnya dilakukan rapid test. Jika ada yang bergejala, maka akan langsung dipindahkan ke rumah sakit rujukan.

“Kita akan terus mengoptimalkan penegakan PSBB secara represif demi menghentikan virus ini di Makassar sesuai harapan Pak Gubernur agar Sulsel bisa menjadi yang pertama terbebas dari Covid-19,” ujar Iqbal.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan dua hotel tersebut disiapkan untuk memastikan warga yang berstatus ODP dan OTG di Makassar untuk karantina. Ini agar mereka tidak melakukan transmisi ke orang yang sehat.

“Kita harus segera bisa hentikan pergerakannya dengan cara karantina. Karena walaupun diisolasi di rumah, itu masih tetap memungkinkan untuk keluar dan berinteraksi dengan yang lain. Ini kan berbahaya,” terangnya.

Menurutnya, jauh lebih efektif bila karantina dipusatkan di sebuah tempat. Selain proses pengawasannya lebih mudah, mereka juga bisa diberi gizi yang lebih bagus dengan meningkatkan imun penghuni hotel nantinya.

“Saat ini kami siapkan Hotel Swiss-Bellin Panakkukang dan juga Sheraton untuk pasien OTG dan ODP. Sedangkan untuk dokter dan tenaga medis lainnya kita persiapkan Hotel Grand Sayang untuk ditempati,” ucap Nurdin.

Ia meminta Penjabat Wali Kota Makassar segera merampungkan daftar warga yang akan dikarantina. “Jangan dianggap penyakit ini sebagai aib, karena yang ingin kita karantina itu virusnya agar cepat hilang dan tidak bisa menyebar lagi,” urai Nurdin.

Daerah Lain

Nurdin juga sudah meminta kepala daerah yang menerapkan PSBB agar fokus menjaga pintu-pintu masuk agar tidak ada carrier dan memutus local transmission. Juga melakukan penanganan pasien yang positif untuk sembuh serta program karantina untuk ODP dan OTG.

“Kita mau ODP dan OTG ini baiknya dikarantina di hotel yang pemprov siapkan. Kita betul-betul atur, kasih gizi yang bagus agar cepat pulih,” bebernya.

Termasuk sudah meminta kepada Bupati Gowa. Pemprov siap mendukung pelaksanaan PSBB. Misalnya, bila berkenan untuk warga Gowa yang ODP dan OTG bisa ikut karantina di hotel.

“Kita baru gunakan satu hotel. Swiss-Belhotel belum terisi penuh. Ada Four Points by Sheraton cadangan. Kita anjurkan karantina dipusatkan di Makassar,” jelasnya.

Terpisah, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menuturkan pintu masuk ke Gowa akan dilakukan pemeriksaan ketat selama PSBB. Untuk transportasi yang tidak ada aturan pengecualian dalam PSBB, tidak ada ruang toleransi.

“Tidak ada asosiasi kita akomodasi. Kecuali memang ada pengecualian di aturan PSBB. Kalau tidak ada, kita mau betul-betul mereka tidak beraktivitas di Gowa,” jelasnya.

Untuk jaring pengaman sosial, Adnan menyebut sudah menyiapkan berbagai skema. Seperti bantuan PKH dan BPNT dari Kemensos. Juga ada bansos dari pusat, ada BLT dari dana desa, paket sembako dari APBD kabupaten, dan bantuan provinsi.

“Terakhir kita juga siapkan dapur umum. Ini disiapkan di 18 kecamatan melibatkan PKK, Persit, Bhayangkari. dan sebagainya,” katanya.

30-59 Rawan

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan kasus meninggal dunia akibat virus korona tipe baru di Indonesia paling banyak berada pada rentang usia 30-59 tahun.

Jumlahnya sebanyak 351 orang dari total kematian sebanyak 773 jiwa.
Kasus kematian terbanyak kedua pada rentang usia 60-79 tahun, yaitu 302 orang.

Sementara kasus meninggal dunia pada pasien Covid-19 yang terinfeksi di usia muda, yaitu mulai bayi hingga remaja cenderung lebih sedikit.

“Kasus meninggal sebanyak 773 kalau kita perhatikan pada distribusi umurnya pada rentang usia 0-4 tahun sebanyak dua orang. Kemudian rentang usia 5-14 tahun sebanyak tiga orang, rentang usia 15-29 tahun sebanyak 19 orang,” jelasnya.

Sementara kasus kematian pada rentang usia di atas 80 tahun sebanyak 27 orang. Sebanyak 69 kematian lainnya masih dalam proses verifikasi ulang ke rumah sakit terkait rentang usia pasien. Hanya saja dia tak menyebutkan jumlah pasien yang terinfeksi dari total kasus positif berdasarkan rentang usia.

“Kami meminta masyarakat untuk mematuhi dan tetap disiplin secara terus menerus dalam menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Mohon jaga jarak sebagai upaya pencegahan penularan virus korona,” tambahnya. (*)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Fadel

Comment

Loading...