Imbas Wabah, Pendapatan Pajak Hotel dan Hiburan Pemkot Makassar Anjlok

Rabu, 29 April 2020 18:49

Kepala Bidang Pajak Daerah II Bapenda Kota Makassar, Husni Mubarak.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wabah Covid-19 telah membawa dampak yang sangat luas dan mendalam bagi berbagai sendi kehidupan masyarakat. Termasuk bisnis hiburan dan perhotelan.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel mencatat setidaknya 39 hotel di Sulsel menghentikan sementara operasionalnya karena sepinya pengunjung akibat pandemi corona.

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, menyebut, 39 hotel yang tutup mulai dari kelas bintang empat ke bawah hingga nonbintang. Hotel tersebut dua di antaranya berada di Kabupaten Gowa dan sisanya ada di Makassar.

Sementara itu, Kepala Bidang Pajak Daerah II Bapenda Kota Makassar Husni Mubarak menuturkan penurunan dari pajak hiburan dan perhotelan sangat drastis.

“Pendapatan dari sektor hiburan, hotel dan restoran selama merebaknya Covid-19 di kota Makassar anjlok drastis,” kata Husni Mubarak di Gedung DPRD Makassar, Rabu (29/4/2020).

Husni menjabarkan pendapatan Bapenda terhadap usaha hiburan hanya 20 persen. Sementara sektor perhotelan dan restoran hanya mencapai 30 persen.

“Untuk usaha hiburan hanya dapat 20 persen. Untuk hotel dan restoran hanya dapat 30 persen. Sekitar 80 persen penurunannya,” katanya.

Penurunan pendapatan sebelum dan sesudah Covid-19 merebak sangat jelas perbedaannya.

“Sebelum Covid-19 sekitar bulan Januari-Februari 2020 Bapenda bisa meraup sekitar Rp11 miliar dari industri perhotelan. Setelah itu drop semua pendapatan daerah. Saat ini kita hanya dapat Rp 3 miliar,” beber Husni. (endra/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI