Kebiasaan Polri Dibawa ke KPK, ICW: Firli Minim Prestasi, Banyak Kontroversi

Rabu, 29 April 2020 09:20

Konferensi pers KPK terkait kasus korupsi di Muara Enim. (IST)

“Yang saya tahu hal yang seperti itu sering dilakukan di Polri,” kata Laode.

Saat dikonfirmasi, Firli Bahuri menjelaskan, tujuan penegakan hukum yang dilakukan KPK adalah memberikan kepastian hukum. Menurutnya, menampilkan para tersangka saat konferensi pers diharapkan dapat menimbulkan rasa keadilan dan equality before the law.

“KPK harus hadir memberikan kepastian hukum. Kita harus memberikan keadilan dan juga kemanfaatan bagi masyarakat. Dengan menghadirkan para tersangka saat konferensi pers diharapkan menimbulkan rasa keadilan karena masyarakat melihat, ‘Oh tersangkanya ada dan melihat perlakuan yang sama kepada semua tersangka sudah dihadirkan,” tutur Firli.

Firli menyampaikan, menampilkan para tersangka juga diharapkan dapat memberikan efek jera kepada masyarakat agar tidak melakukan korupsi. “Di samping itu dengan penegakan yang pasti semua kita berharap timbul kepercayaan dan juga penegakan hukum dimaksudkan untuk rekayasa sosial mengubah perilaku masyarakat dari buruk menjadi baik,” jelasnya.

Kemarin, KPK menetapkan Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Aries HB dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Ramlan Suryadi sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2019. Keduanya diduga menerima komitmen fee sebesar lima persen dari total nilai 16 proyek pengadaan pekerjaan fisik pembangunan jalan di Dinas PUPR Muara Enim 2019.

Namun ada yang menarik dalam pengumuman penetapan tersangka Aries HB dan Ramlan Suryadi. Keduanya ikut ditampilkan dalam konferensi pers mengenakan rompi tahanan KPK. Hal ini merupakan kali pertama lembaga antirasuah melangsungkan konferensi pers dengan menampilkan para tersangka. (riz/gw/fin/fajar)

Bagikan:

Komentar