Kematian Mengkhawatirkan, Malang Raya Juga Sepakat PSBB

Rabu, 29 April 2020 13:53

SEPAKAT PSBB MALANG RAYA: Kampung Warna-Warni adalah salah satu ikon wisata di Kota Malang. (Rubianto/JAWA POS RADAR MAL...

FAJAR.CO.ID, MALANG– Setelah Surabaya Raya, giliran Malang Raya sepakat mengusulkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Tadi malam tiga kepala daerah bertemu di Kantor Bakorwil III Malang, Jalan Simpang Ijen, Klojen. Mereka adalah Bupati Malang Sanusi, Wali Kota Malang Sutiaji, dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

Dalam pertemuan yang difasilitasi Kepala Bakorwil III Malang Benny Sampirwanto itu, tiga kepala daerah tersebut memantapkan persiapan sekaligus langkah lanjutan untuk mengajukan PSBB.

Sutiaji, misalnya, mengusulkan penambahan RS rujukan jika PSBB disetujui Kementerian Kesehatan (Kemenkes). ’’Saat ini ada empat RS rujukan pasien Covid-19. Kami minta tambah tiga lagi,’’ ujar Sutiaji kepada Jawa Pos Radar Malang.

Tiga tambahan RS rujukan yang diusulkan Sutiaji adalah RS UMM, RSI Unisma, dan RSUD Kota Malang. ’’Daya dukung RS kami sudah siap jika diberlakukan PSBB,’’ kata Sutiaji. Dia menyatakan sudah menyiapkan semua hal sejak mengusulkan PSBB pada 14 April. Bahkan, pihaknya sudah membikin rancangan perwali. ’’Semua sudah kami siapkan di perwali. Termasuk sanksi jika ada yang melanggar,’’ tutur Sutiaji.

Mengenai sanksinya, Kabaghumas Pemkot Malang Nur Widianto menyatakan, pihaknya memasrahkan sepenuhnya kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. ’’Karena lintas daerah (Malang Raya), seyogianya ada kesetaraan (sanksi),’’ kata Wiwid, panggilan akrab Nur Widianto.

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menuturkan, pihaknya belum menyiapkan skenario secara khusus jika PSBB direstui Kemenkes. Yang pasti, dia akan menyelaraskan dengan Pemkot dan Pemkab Malang. Sebab, penerapan PSBB harus melibatkan sinergisitas daerah se-Malang Raya. ’’Menurut Ibu Gubernur, ketika Malang ingin mengajukan PSBB, harus Malang Raya agar hasilnya maksimal,’’ kata Dewanti.

Komentar


VIDEO TERKINI