Malam Ini Romahurmuziy Akan Dibebaskan dari Rutan KPK

Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muchammad Romahurmuziy alias Rommy saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta, Rabu (11/9). (ridwan) (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan akan membebaskan mantan Ketua Umum Partai Persayuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy. Hal ini setelah KPK mendapat surat perintah dari Mahkamah Agung (MA) untuk melepaskan Rommy dari rumah tahanan.

“Karena telah ada penetapan perintah lepas tahanan dari MA, maka KPK segera menindak lanjutinya,” kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango dikonfirmasi, Rabu (29/4).

Nawawi menyampaikan, lembaga antirasuah mendapat laporan tersebut sekitar pukul 19.00 WIB. Malam ini direncanakan Rommy keluar dari rumah tahanan KPK.

“Proses pelaksanaan penetapan tersebut yaitu mengeluarkan terdakwa dari tahanan,” jelas Nawawi.

Menanggapi kabar akan dibebaskannnya kliennya, kuasa hukum Rommy, Maqdir Ismail mengaku tengah menunggu di kantor lembaga antirasuah. “Saya dapat kabar Rommy akan dibebaskan, makanya saya ke sini. Sekarang lagi nunggu proses administrasinya,” kata Maqdir kepada JawaPos.com.

Sebelumnya, MA menyatakan terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy alias Rommy dapat dikeluarkan dari tahanan. Karena, masa tahanan terhadap Rommy sudah memenuhi putusan tingkat banding selama 1 tahun penjara.

“Menurut KUHAP dan Buku II MA, Ketua PN dapat memerintahkan Terdakwa dikeluarkan dari tahanan demi hukum,” kata juru bicara MA, Andi Samsan Nganro dalam keterangannya, Rabu (29/4).

Kendati demikian, dalam penetapan penahanan yang dikeluarkan oleh MA tetap dicantumkan klausul bahwa penahanan Terdakwa sudah sama dengan putusan yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sehingga mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu bisa dikeluarkan.

“Terdakwa dapat dikeluarkan dari tahanan demi hukum,” tukas Andi.

Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta mengabulkan permohonan banding mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy terkait kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag). Rommy, oleh PT DKI dijatuhkan hukuman satu tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muchammad Romahurmuziy oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 100 juta dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar denda tersebut diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” demikian bunyi amar putusan PT DKI Jakarta, sebagaimana dikutip pada Kamis (23/4).

Alhasil, hukuman Rommy berkurang dari putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang menjatuhkan hukuman dua tahun pidana penjara dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad

Comment

Loading...