Pembakar Ipda Erwin Hingga Tewas Dituntut 15 dan 13 Tahun Penjara

Rabu, 29 April 2020 21:06

PN Cianjur menggelar sidang lima mahasiswa yang menyebabkan Ipda Erwin meninggal dunia saat mengamankan aksi unjuk rasa, Rabu (29/4). Foto: Ahmad Fikri/Antara

“Terlebih larangan saat berunjuk rasa tidak membawa bahan bakar dan menyebabkan terganggunya ketertiban umum. Berdasarkan fakta di persidangan kordinator aksi mengetahui anggotanya membawa bahan mudah terbakar,” katanya.

Kuasa hukum kelima mahasiswa, Iwan Permana mengatakan, tuntutan yang dijatuhkan JPU tidak mendasar karena kliennya bukan teroris atau pembunuh yang sengaja melakukan pembunuhan.

Mereka tidak berencana melakukan pembakaran, namun kejadian tersebut di luar dugaan siapapun termasuk kelima orang kliennya.

Sehingga pihaknya akan mengajukan keberatan pada sidang lanjutan dengan agenda pledoi atau pembelaan dari kuasa hukum yang akan dipersiapkan dalam waktu sepekan ke depan. Bahkan pihaknya akan meminta hakim untuk membatalkan tuntutan yang terlalu tinggi karena masa depan kelima kliennya masih panjang.

“Kami akan mengajukan keberatan atas tuntutan tersebut karena klien kami tidak memiliki niat untuk melakukan pembunuhan, atau menjadikan unjuk rasa damai menjadi ricuh,” katanya. Sidang berjalan secara online yang dipimpin Hakim Ketua Glorious Anggundoro. (antara/jpnn)

Bagikan berita ini:
9
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar