Siswa Keluhkan Masalah Kuota hingga Tugas Menumpuk Selama PJJ

Rabu, 29 April 2020 10:06

Ilustrasi belajar di rumah. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima ratusan pengaduan dari para siswa mengenai penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama adanya pandemi virus corona (Covid-19).

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, bahwa pihaknya menerima ada 246 pengaduan dari para siswa terkait kendala PJJ selama pandemi virus corona.

Untuk medalami aduan tersebut, KPAI melakukan survey yang bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa tentang pelaksanaan PJJ dan hasilnya akan digunakan KPAI untuk melakukan advokasi kebijakan PJJ dan sistem kenaikan kelas saat adanya pandemi COVID-19.

“Survey ini dinisasi lantaran banyak aduan yang diterima, jumlahnya mencapai ratusan. Kami menilai mau tidak mau ini sesuatu yang tidak bisa dibiarkan,” kata Retno, Selasa (28/4).

Retno menyebutkan, survey ini melibatkan sedikitnya 1700 siswa dimana di dalamnya juga termasuk 246 orang yang melakukan aduan. Adapun surveynya, Retno memaparkan dilakukan dengan sistem daring sejak tangg 13 April hingga 20 April 2020 lalu.

“Survey ini melibatkan siswa dari berbagai jeniang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK. Berdasarkan temuan survey. Angka tertinggi pengaduan ada pada jenjang pendidikan SMA 50 persen dari keseluruhan pengaduan atau 124 aduan,” tuturnya.

Dalam survey yang dilakukan oleh KPAI, ada beberapa pertanyaan yang ditanyakan dalam form survey. Diantaranya terkait respon siswa mengenai pembelajaran, sistem penugasan, hingga salah satunya juga terkait pekerjaan orang tua siswa.

Komentar


VIDEO TERKINI