Takut Berkebun, Warga Poso Desak Satgas Tinombala Segera Tumpas MIT

Rabu, 29 April 2020 12:07

BANSOS : Bupati Poso, Darmin Sigilipu, saat menyerahkan Bansos ke warga terdampak MIT. (FOTO : BIDIYANTO WIHARTO/RADAR S...

FAJAR.CO.ID, POSO — Warga masyarakat Dusun Sipatuo dan Dusun Sipatokong Desa Kilo Kecamatan Poso Pesisir Utara (PPU) Kabupaten Poso, meminta pemerintah, TNI dan Polri untuk segera menuntaskan operasi Tinombala yang sudah berjalan cukup lama tetapi sejumlah orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dugaan kasus terorisme Mujahidin Indonesia Timur (MIT) belum teratasi.

Permintaan disampaikan warga kepada Bupati Darmin Sigilipu saat menyerahkan bantuan sosial (bansos) bagi warga masyarakat PPU terdampak MIT, Selasa (28/4).

“Kami meminta pemerintah dan aparat keamanan segera menuntaskan masalah di atas sana (MIT di pegunungan). Warga disini (Sipatuo dan Sipatokong) sangat takut dan trauma untuk naik (gunung) berkebun,” kata Muhtiali, tokoh masyarakat dusun Sipatuo.

Warga takut ke kebun karena trauma pasca tewasnya secara sadis dua warga di desanya, Daeng Tappo dan Ajeng alias Papa Angga. “Tambah takut dan trauma karena kami dengar-dengar masih ada warga yang ditarget dibunuh karena dianggap sebagai Banpol atau bantuan polisi,” tambahnya.

Diceritakannya, sebelum terjadi kasus pembunuhan terhadap Daeng Toppo di perkebunan gunung Padopi, sebagian besar warga dusun Sipatuo dan Sipatokong sudah banyak yang tinggal mengungsi di kebun untuk menghindari diri dari penyebaran virus corona. Tapi pasca tewasnya daeng Toppo warga berbalik arah kembali ke kampung untuk menyelamatkan diri.

Suara agar aparat segera menuntaskan operasi Tinombala dan menangkap para pelaku kekerasan keluar juga dari warga lain. Seperti dari Husni Tamrin. Tokoh masyarakat ini mengatakan warga sudah jenuh karena gelar operasi sudah berlangsung lama tapi kasus kekerasan terhadap warga yang masih terus terjadi. “Atas nama keluarga kami juga minta agar aparat keamanan segera menemukan kepala almarhum darng Roppo yang sampai sekarang belum ditemukan,” ungkapnya.

Keinginan agar kepala almarhum daeng Roppo ditemukan pun disampaikan langsung istrinya, Nur Ani.

“Saya ingin kepala suami saya dicari dan ditemukan agar bisa dimakamkan secara layak. Saya juga minta polisi dan TNI mencari dan menangkap kelompok orang yang sudah membunuh suami saya,” imbuhnya meneteskan air mata.

Bupati Darmin Sigilipu kepada warga mengatakan akan menindaklanjuti permintaan warga masyarakat Desa Kilo untuk mendapatkan keamanan dan kenyamanan. Upaya yang akan dilakukan adalah meneruskan aspirasi masyarakat terdampak kasus MIT ini ke pemerintah Provinsi (Gubernur), Kapolri, Panglima TNI, dan bahkan ke pemerintah pusat (Presiden).

“Negara harus hadir di Poso untuk memberi keamanan pada warga. Saya sangat prihatin, karena kasus kekerasan masih saja terjadi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Padahal operasi keamanan Tinombala masih berjalan,” sebut Bupati.

Ada sebanyak 650 paket bansos sembako yang dibagikan Bupati kepada warga di tiga desa terdampak kasus kekerasan oleh orang tak dikenal diduga kelompok MIT. Ketiga desa tersebut yaitu Desa Kilo, Desa Trimulya, dan Desa Maranda Kecamatan PPU. (radarsulteng/fajar)

Bagikan berita ini:
8
7
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar