Tips Sehat Mental di Masa Pandemi Ala Psikolog Ratih Arruum Listiyandini

Rabu, 29 April 2020 21:53

Ratih Arruum Listiyandini

FAJAR.CO.ID — Menjaga kesehatan mental di masa pandemi coronavirus sangat penting bagi setiap orang.

Itu menjadi alasan bagi Forum Alumni Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (FA-AIMEP) menggelar “IG Live Series” di akun Instagram @forumalumniaimep bersama Ratih Arruum Listiyandini (Psikolog Universitas YARSI dan PhD candidate UNSW, Sydney) yang dipandu Lis Safitri (Dosen Unsoed, Purwokerto), belum lama ini.

Dalam serial live Instagram berjudul “Menjaga Kesehatan Mental di Masa Pandemi COVID-19” itu Ratih Arrum memberikan beberapa poin penting agar sehat mental di masa krisis corona.

“Kita perlu batasi waktu cari info corona, sebaliknya luangkan waktu untuk hal lain yang bermakna,” kata dia. Selain itu, perlu juga sikap kritis membaca berita di media, karena tidak jarang media tertentu bisa membuat pembaca terganggu, terutama berita hoaks.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa setiap orang perlu mengenali emosi diri kenapa bisa emosi. Jangan sampai kemarahan seseorang itu terjadi hanya karena persepsi yang keliru. “Persepsi keliru dapat menyebabkan ketegangan secara personal,” kata dosen berkacamata tersebut.

Dia juga menjelaskan bahwa peduli diri sendiri (self care) sangat penting karena pikiran (mind) dan tubuh (body) manusia terkoneksi satu sama lain.

“Saya setuju bahwa self-care itu penting sekali sebelum caring to others,” lanjutnya.

Jika ada yang panik berlebihan seperti orang-orang yang menyebarkan info di medsos, jangan ikutan panik.

“Sebaliknya, kita perlu mengkaji info yang dibagikan, apakah betul atau tidak. Jika salah, maka kita harus memberitahukannya,” kata alumni AIMEP 2016 yang aktif publikasi di jurnal dalam dan luar negeri tersebut.

Ratih juga mengatakan bahwa alam semesta bekerja untuk sesuatu yang Allah perintahkan untuk dia. “Tidak semua hal di dunia ini bisa kita kendalikan, bisa jadi hikmahnya akan datang di kemudian hari,” lanjutnya. Bahkan, makna hidup baru bisa kita temukan setelah melakukan refleksi.

Para orang tua juga perlu menjadi supporting system bagi anak-anak agar tidak stress berlebihan. Namun itu harus dibarengi dengan kesehatan mental orang tua itu sendiri. “Jika orang tua sehat secara mental maka anak juga akan sehat,” pungkasnya.

Serial Live Instagram ini mendapatkan apresiasi dari dalam dan luar negeri. Rowan Gould, Manager Program AIMEP berbasis di Melbourne, menyambut positif diskusi ini. “Banyak info bermanfaat dalam sesi diskusi ini,” kata Rowan yang juga peneliti di The University of Melbourne. (rls)

Komentar