Tolak Lahan Pemakaman, Warga Takut Terkenal dengan Sebutan Covid-19

Rabu, 29 April 2020 14:48

Warga berteriak sambil membawa spanduk penolakan lahan pekuburan khusus Jenazah pasien Covid - 19 di Wori, kemarin.

FAJAR.CO.ID, MANADO– Warga Kecamatan Wori khususnya di dekat lokasi akan dijadikan lahan pemakaman jenazah yang terkonfirmasi Covid – 19 di Wori, gelar aksi demo dan penutupan jalan menuju lahan tersebut, Selasa (28/4) kemarin.

Kemarahan warga meluap saat datangnya Asisten I Edison Humiang bersama rombongan untuk melakukan sosialisasi terhadap lahan pemakaman tersebut. Tak tanggung-tanggung, ratusan warga turun ke jalan dan memblokir jalan masuk menuju lahan tersebut.

Bahkan warga dengan keras mengatakan menolak rencana Pemprov Sulut tersebut. Dikatakan Arie Ngangi, Lasut Caroles, Grace mewakili sebagian besar masyarakat Wori, mereka menolak pekuburan jenazah pasien Covid-19 karena sudah ada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional di desa ini.

Lanjutnya, tempat pemakaman bedekatan dengan sumber mata air masyarakat, pemprov harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat tentang pembebasan lahan karena sentifikat yang dijanjikan belum ada sampai sekarang, jangan jadikan Wori sebagai tempat pembuangan.

“Apalagi lahan pekuburan yang disediakan berdekatan dengan pemukiman penduduk,” ujarnya. Ditambahkan warga lainnya, mereka dengan tegas mengatakan menolak lahan pekuburan jenazah Covid -19.

“Kalau memang jenazah Covid–19 dimakamkan sesuai prosedur, apa salahnya dikubur di pemakaman umum di masing-masing desa. Kan jenazah sudah dibungkus sesuai prosedur. Apa bedanya kubur di pemakaman umum dengan lahan yang disediakan di Wori, karena berdekatan dengan rumah masyarakat,” ujar mereka.

Komentar


VIDEO TERKINI