Kabar Buruk, Anggaran Cetak Sawah Rp209 Miliar Dihapuskan

Kamis, 30 April 2020 10:08

Suasana persawahan di Kabupaten Gowa. Petani mengaku siap panen.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggaran untuk program cetak sawah sebagai salah satu komponen penghematan dalam rangka realokasi anggaran dan refocusing kegiatan untuk percepatan penanganan Covid-19 menghilang.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan Sarwo Edhy menjelaskan dalam postur anggaran Tahun 2020, alokasi untuk program cetak sawah dan SID (survei, investigasi dan desain) sebesar Rp209,8 miliar dengan target luas 10.000 hektare. Kemudian, dalam rancangan penghematan Ditjen PSP, anggaran tersebut dipangkas menjadi tersisa Rp10,8 miliar.

”Kalau anggaran cetak sawah juga dihilangkan, dari Rp209 miliar, kita sisakan menjadi hanya Rp10,8 miliar. Tetapi itu hanya untuk SID sudah jalan di lima provinsi yang nilainya Rp10,8 miliar,” kata Sarwo Edhy dalam rapat dengar pendapat virtual bersama Komisi IV di Jakarta, Rabu (29/4).

Ditambahkannya, anggaran cetak sawah dihilangkan, sementara anggaran SID tetap dipertahankan karena telah dilakukan di lima provinsi, yakni Lampung, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Tengah.

Di sisi lain, Presiden Joko Widodo meminta agar BUMN dapat membuka lahan sawah baru, yakni lahan gambut yang berada di Kalimantan Tengah sebagai bentuk antisipasi jika terjadi kekeringan dan ancaman kelangkaan pangan.

Diperkirakan ada lebih dari 900.000 hektare lahan gambut di Kalimantan Tengah yang dapat dioptimalisasi menjadi lahan sawah. Dari luasan tersebut, 300.000 hektare di antaranya milik BUMN.

Bagikan berita ini:
3
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar