Kabar Buruk, Anggaran Cetak Sawah Rp209 Miliar Dihapuskan

Kamis, 30 April 2020 10:08

Suasana persawahan di Kabupaten Gowa. Petani mengaku siap panen.

Diperkirakan ada lebih dari 900.000 hektare lahan gambut di Kalimantan Tengah yang dapat dioptimalisasi menjadi lahan sawah. Dari luasan tersebut, 300.000 hektare di antaranya milik BUMN.

Dalam rapat virtual tersebut, anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan dari fraksi PKS, mengkritisi keputusan Kementan yang menghilangkan alokasi cetak sawah dalam realokasi anggaran.

”Dan itu kan anggarannya dinolkan. Pertanyaan saya, Bapak mau melaksanakan perintah Presiden dengan apa? Anggap saja dengan BUMN, apakah tidak melalui APBN? Apakah bisa langsung begitu saja menggunakan anggaran untuk mengerjakan proyek pemerintah?” timpalnya.

Menanggapi itu Sarwo Edhy menjelaskan alasan Kementan menghilangkan cetak sawah dari anggaran karena hasil dari program cetak sawah yang telah dilakukan pada 2014-2019 belum dimanfaatkan secara optimal, berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

”Karena berdasarkan evaluasi BPK, masih ada sawah-sawah yang merupakan cetakan 2014-2019 itu belum termanfaatkan secara optimal. Sehingga pada tahun 2020 ini, kita hanya mengevaluasi pemanfaatan sawah-sawah yang sudah dicetak periode 2014-2019,” timpalnya.

Bagikan berita ini:
10
6
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar