Kementan Terus Pantau Ketersediaan dan Distribusi Pangan di Daerah

Kamis, 30 April 2020 21:24

FOTO: ISTIMEWA

Fajar.co.id, Jakarta — Dalam rapat terbatas (ratas) tindak lanjut antisipasi kebutuhan bahan pokok (28/4), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengarahkan jajarannya untuk memantau ketersediaan dan distribusi pangan di seluruh wilayah Indonesia.

Jokowi juga menyampaikan, dari stok bahan pangan pokok di seluruh Indonesia, terjadi defisit beberapa komoditas pangan di provinsi, antara lain beras defisit di 7 provinsi, jagung defisit di 13 provinsi, cabai rawit defisit di 19 provinsi, dan telur ayam defisit di 22 provinsi.

Karena itu, Jokowi meminta hitungan cepat untuk mengetahui secara detail daerah mana saja yang stok bahan pokoknya surplus dan defisit.

Selaras dengan arahan Presiden, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan mengungkapkan terus menjaga ketersediaan pangan khususnya 11 komoditas bahan pangan pokok. Mentan SYL juga mengatakan pihaknya terus mengintensifkan berbagai upaya dengan sejumlah kementerian, lembaga dan unsur terkait agar ketersediaan dan distribusi pangan tetap terjaga.

“Yang terpenting adalah distribusi kita berjalan dengan lancar. Identifikasi wilayahnya, kita punya pemetaannya. Ini perintah Bapak Presiden, supaya kita semua kementerian bekerja sama menutup defisit. Artinya, tidak ada lockdown, tidak ada isolasi, tidak melakukan penguncian dan tidak membuat rintangan terhadap distribusi pangan,” kata Mentan SYL di Jakarta (30/4/2020).

Berdasarkan perkiraan ketersediaan pangan nasional yang dirilis Kementan menunjukkan, surplus beras hingga Juni 2020 diperkirakan 6,4 juta ton, jagung surplus 1,01 juta ton, bawang merah surplus 330.384 ton. Delapan komoditas lainnya, yakni bawang putih, cabai merah besar, cabai rawit, daging sapi, daging kerbau, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng, juga diperkirakan surplus.

Komentar