Klaster Ijtima Terus Bertambah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR  — BUKAN hanya di Kalimantan, Papua Barat, bahkan luar negeri. Klaster Ijtima Gowa bahkan telah menyebar di Sulsel.

Selain di Bulukumba, juga sudah ditemukan kasus positif Covid-19 di Soppeng. Tambahan kasus ini membuat daerah yang memiliki banyak kelelawar itu mencatat total empat kasus positif saat ini.

Pasien tersebut berasal dari Lapaujung, Kecamatan Lalabata itu secara sukarela memeriksakan diri di PKM Malaka karena punya riwayat menghadiri Ijtima Gowa. Hasil rapid test menunjukan positif. Setelah dilanjutkan tes swab, hasilnya juga sama.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan swab dinyatakan positif. Saya meminta yang pernah kontak bila mengalami gejala, periksa di pelayanan kesehatan terdekat,” kata pria yang berprofesi sebagai pengajar di salah satu SMA di Soppeng itu.

Ia mengaku, selama ini kondisinya baik -baik saja dan tidak menunjukan gejala. Setelah tes, barulah ia ketahui dirinya positif Covid-19.

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Soppeng Suriasni mengatakan, dari empat orang positif, tiga masih dirawat dan satu meninggal dunia. Terdapat 64 ODP di Soppeng.

Pangkep-NTB

Di tempat lain, masyarakat pulau di perbatasan Pangkep-Nusa Tenggara Barat (NTB) kini kian waswas. Pasalnya, nelayan asal NTB kerap masuk ke pulau-pulau yang ada di wilayah Liukang Tangaya, Pangkep.

Tokoh Masyarakat Pulau Sapuka Muh Ramli menyesalkan hal ini. Sebab, warga pulau khawatir dengan penyebaran virus korona. “Kasus di sini masih nol. Namun, kami mulai khawatir melihat makin banyaknya pendatang yang masuk ke pulau,” ucapnya.

Para pendatang yang masuk itu umumnya, nelayan yang mengangkut es balok dari Sumbawa dan Lombok, NTB dan nelayan yang ingin mencari ikan. Mestinya, pemeriksaan juga diperketat.

“Sebenarnya dilarang, tetapi masalahnya masyarakat juga tidak bisa berbuat banyak. Ketua Tim Gugus Tugas, Pak Camat, belum pernah ke Sapuka selama korona,” katanya. Demikian juga lurah, sudah lama tidak pernah datang ke Sapuka.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pangkep dr Annas Ahmad mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan tenaga medis yang ada di pulau-pulau, agar tetap melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat yang masuk.

“Terpenting juga sebenarnya agar para nelayan kita ini menghindari kontak erat dengan pendatang di perbatasan,” katanya.

Dagangkan APD

Di Bulukumba, Kepala Puskesmas Ujung Loe, Asrianti, dituding memperjualbelikan Alat Pelindung Diri (APD). Hal itu diketahui setelah jajarannya melapor ke Bupati Bulukumba Andi Sukri Sappewali.

Sukri membenarkan laporan tersebut. Ada beberapa jenis APD yang dijual dalam laporan yang ia terima, seperti masker, disinfektan, hand sanitizer, dan APD lainnya.

Oleh karena itu, Bupati berlatar belakang militer ini telah menginstruksikan Inspektorat selaku tim Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) untuk menyelidiki laporan itu.

“Kita tunggu hasilnya, besok (hari ini). Saya minta jika terbukti, maka kami tindak tegas. Harus ada pertanggungjawaban secara hukum,” tegasnya.

Terpisah, Asrianti membantah memperjualbelikan APD seperti yang dilaporkan. Yang benar, ada kepala desa yang menitip pembelian APD untuk tenaga kesehatan di desanya.

“Saya sudah klarifikasi ke dinas (Dinas Kesehatan). Tidak ada jual beli, cuma terjadi miskomunikasi sebenarnya,” kuncinya.

Positif di Selayar

Juru Bicara Gugus Penanganan Covid-
19 Selayar Husaini menyampaikan adanya kasus positif Covid-19. NH, warga Dusun Pajalaiya, Desa Barugaiya, memilki riwayat perjalanan dari Makassar.

“Melalui pesawat Wings Air penerbangan tanggal 24 April 2020,” ungkapnya.

Saat ini, NH dirawat di ruang isolasi RSUD KH Hayyun dengan kondisi bergejala ringan. Sementara penumpang pesawat yang bersama pasien dalam proses isolasi. Akan dilakukan pemeriksaan juga.

“Semua yang beresiko terjadi kontak dengan pasien kita lakukan tracking atau penelusuran dan dilakukan penanganan sesuai protokol kesehatan,” tambahnya.

Kasus Pinrang

Korban meninggal diduga terpapar virus korona terjadi di RSUD Andi Makkasau Parepare, Rabu, 29 April. Pasien perempuan usia 54 tahun asal Pinrang itu berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Parepare Halwatiah membeberkan pasien meninggalnya PDP asal Pinrang ini memiliki hasil rapid test positif.

“Pasien baru masuk di IGD RSUD Andi Makkasau, pagi tadi (sekitar 06.00 Wita, kemarin) dan langsung menjalani rapid test. Tak lama kemudian dia meninggal dunia,” bebernya.

Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare Renny Anggraeny Sari mengatakan pasien meninggal asal Pinrang ini tiba di rumah sakit dalam kondisi kesehatan menurun. Dia juga gagal napas dengan cirrosis hepatitis.

“Tim medis telah dilakukan swab. Namun, kita tak bisa pastikan positif Covid-19 kalau rapid test-nya memang positif,” bebernya.

Adapun pasien dikebumikan di TPU Bilalange, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki, sebagai tempat pemakaman bagi korban Covid-19 yang disiapkan Pemkot Parepare.

Terpisah, Jubir Covid-19 Pinrang Dyah Puspita Dewi membeberkan pihaknya kini sudah mengamankan tempat tinggal pasien meninggal tersebut. Rumahnya sudah disterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.

“Untuk siapa saja kontak dengan si korban sementara kita telesuri juga. Petugas sudah amankan rumahnya,” ujarnya. (asr-fit-sua-sir-ans/abg-zuk)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Fadel

Comment

Loading...