Ombudsaman Minta Gubernur Sultra Tolak 500 WNA Tiongkok, Situasi Tak Kondusif

Kamis, 30 April 2020 15:13

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sultra Mastri Susilo. (Azis Senong/Antara)

FAJAR.CO.ID, KENDARI– Ombudsaman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), menyarankan agar gubernur Sultra segera membuat surat penolakan ke pemerintah pusat terkait rencana kedatangan 500 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok di Sultra.

Ketua Ombudsman RI Perwakilan Sultra Mastri Susilo seperti dilansir dari Antara di Kendari mengatakan, gubernur seharusnya segera melakukan koordinasi atau membuat surat penolakan kedatangan 500 WNA. Sebab, akan berdampak negatif dan akan menimbulkan gejolak di masyarakat. ”Ini bisa membuat situasi daerah menjadi tidak kondusif. Apalagi di tengah suasana pandemi Covid-19,” ujar Mastri Susilo pada Kamis (30/4).

Menurut Mastri, di tengah pandemi Covid-19, pemerintah seharusnya menjadikan kesehatan masyarakat yang lebih utama. Dia mengatakan, investasi dan lain-lain bukan hal yang tidak penting. Namun, untuk saat ini hendaknya tidak dijadikan sebagai prioritas. Apalagi WNA yang akan masuk ke Sultra berasal dari Tiongkok yang merupakan daerah awal virus korona itu muncul.

”Seharusnya pemerintah pusat dan daerah memikirkan kesehatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Saat ini, seharusnya pemerintah tidak mengutaman investasi di tengah keresahan masyarakat khususnya di Sultra,” tutur Mastri Susilo.

Lebih lanjut Mastri Susilo mengatakan, Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tenggara mendukung penuh Pemerintah Provinsi Sultra dan Forkominda untuk menolak rencana kedatangan TKA di Sultra. Dia juga menyarankan gubernur Sultra untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja agar membatalkan atau menunda penerbitan RPTKA sampai wabah Covid-19 berakhir.

Bagikan berita ini:
8
10
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar