Sambil Menangis, Luh Eka Ratna Paramita yang Tepergok Berbuat Terlarang Bersumpah-sumpah

Kamis, 30 April 2020 10:01

Sipir Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar berinisial ER tertunduk saat diamankan karena berusaha menyelundupkan sau ke d...

FAJAR.CO.ID, ENPASAR – Baru dua tahun menjadi sipir di Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar, Luh Eka Ratna Paramita, 26, sudah berulah.

Karier perempuan kelahiran Bangli, itu terancam tamat setelah Selasa (28/4) malam pukul 19.00 kedapatan membawa masuk sabu-sabu yang disembunyikan di dalam batok charger handpone.

Menariknya, yang menangkap tersangka adalah rekan sejawatnya sesama sipir. Saat itu tersangka hendak melaksanakan tugas jaga sift malam.

Tersangka kebetulan menjadi anggota petugas regu jaga kelompok IV yang menggantikan regu jaga I.

Nah, saat dilakukan pemeriksaan X-Ray dan penggeledahan fisik, di dalam tas tersangka ada batok charger tanpa kabel kondisinya sudah usang. Selain itu, kondisi batok charger agak terbuka.

Dari luar kelihatan ada plastik yang menyembul dari dalam batok charger. Merasa curiga, petugas meminta tersangka membuka batok charger tersebut.

Tersangka berusaha membuka namun tidak bisa. Akhirnya sipir lain berinsiitaif membuka paksa dengan cara mencongkel mengunakan gunting.

Saat membuka itu disaksikan tujuh sipir lainnya. Agar tidak dituduh mengada, proses pembukaan tersebut divideokan.

Benar saja, saat dibuka di dalam batok charger itu terdapat plastik yang di dalamnya berisi kristal putih diduga kuat sabu-sabu.

“ER (Luh Eka Ratna Paramita) terus mengelak saat ditanya batok charger ini punya siapa. Dia berkelit terus. Katanya bukan punya dia. Tapi, barang itu ada di dalam tasnya dia,” ujar Humas Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali, I Putu Surya Dharma.

Komentar


VIDEO TERKINI