Tanggapi Pernyataan Achmad Yurianto, Ganjar Pranowo Keluarkan Peringatan

Kamis, 30 April 2020 13:56

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-- jawa pos

“Kami belajar di PSBB Jabodetabek, mereka melakukan hal yang sama yakni pengetatan, tapi di daerah pinggiran masih ada kerumunan. Jadi intinya bukan PKM atau PSBB, tapi kesadaran dari masing-masing masyarakat untuk bisa mengerti, memahami dan disiplin jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan lainnya,” tegasnya.

Sebenarnya, lanjut Ganjar, kalau masyarakat Kota Semarang taat, maka tidak perlu dilakukan PSBB. Namun apabila kebijakan PKM yang diterapkan Kota Semarang tidak berhasil dan masyarakat tetap tidak disiplin, bukan tidak mungkin kebijakan PSBB akan diambil nantinya.

“Kalau sudah PSBB, semua pasti akan terasa sakit. Semuanya susah. Maka ayo jangan sampai kita menaikkan status menjadi PSBB dengan cara disiplin dan taat aturan,” tegasnya.

Sekadar diketahui, Kota Semarang menjadi salah satu daerah di Jateng yang tertinggi kasus COVID-19.

Dari laman siagacorona.semarangkota.go.id pada Kamis (30/4/2020), jumlah kasus positif di Kota Semarang mencapai 117 kasus, orang dalam pemantauan (ODP) 629 kasus, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 287. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
7
6
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar