2,8 Juta Buruh Kena PHK, Mardani: Pemerintah Harus Peka, Kartu Pra Kerja Ditundalah

Jumat, 1 Mei 2020 14:04

Mardani Ali Sera

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Peringatan hari buruh tahun ini terbilang cukup memprihatinkan. Di tengah pandemi Corona, jutaan pekerja dihantui ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera meminta pemerintah untuk fokus pada kondisi ekonomi buruh saat ini. Terlebih sektor tenaga kerja menjadi yang paling berdampak.

“Bismillah, Selamat Hari Buruh. Kita jadikan #HariBuruh kali ini sebagai refleksi bahwa kondisi pekerja/buruh kita sedang kacau. Sudah 2,8 jt buruh ter-PHK maupun dirumahkan akibat Covid-19 (Data Kemnaker). Jumlah ini bisa bertambah sampai pandemi ini usai,” kata Mardani melalui akun twitternya, Jumat (1/5/2020).

Politisi PKS ini menyebutkan buruh yang dirumahkan juga dibayangi pemotongan gaji hingga tidak diupah karena perusahaan tak sanggup membiayai. “Pemerintah mesti peka dan cepat bertindak untuk kepentingan buruh,” pintanya.

Dirinya berharap program Jaring Pengaman Sosial (JPS) harus menjadi prioritas dan bantuan langsung mendesak dibutuhkan buruh saat ini.

“Program seperti kartu prakerja sebaiknya ditunda dulu. Ubah manfaat dari program ini & sesuaikan dengan kondisi masyarakat yang tengah berjuang melawan Covid-19. Fokus pada JPS. Hapus & audit program pelatihan yg tdk perlu,” lanjut dosen Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta ini.

Bahkan Mardani mengungkapkan hak buruh dapat terabaikan jika dana tersebut dialokasikan untuk pelatihan. “Jika ada potensi penyimpangan, KPK harus berani usut tuntas. Krn saat ini kecepatan dalam pencairan dana amat penting ketimbang pelatihan,” tutupnya. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
7
5
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar