Bakal Kedatangan 500 TKA Tiongkok, Ini Suara Para Aktivis

Jumat, 1 Mei 2020 14:21

Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti-- jawa pos

Angka tersebut berpotensi menambah jumlah pengangguran terbuka sebanyak 3,5 juta hingga 8,5 juta orang di 2020.

“Sungguh tidak bijak jika pemerintah masih mengeluarkan izin mendatangkan tenaga kerja asing masuk Indonesia,” katanya.

Untuk itu, GIAD mendesak pemerintah menghentikan izin rencana mendatangkan TKA, sejalan dengan kebijakan penutupan masuknya WNA ke Indonesia, sebagai wujud konsistensi komitmen pemerintah memotong rantai covid-19.

Pemerintah diminta memperioritaskan penanganan pengangguran dan kemiskinan di dalam Negeri.

“Pemerintah sebaiknya fokus pada penanganan dampak COVID-19, baik dampak Kesehatan, sosial, utamanya dampak Ekonomi,” kata aktivis penggagas GIAD lainnya, Yusfitriadi.

Pemerintah juga diharapkan tidak membebani pikiran dan perasaan masyarakat ke arah yang negatif, terutama dalam kondisi di mana penanganan pandemi Covid-19 belum berjalan optimal.

Berbagai kebijakan yang dilakukan dinilai berpotensi menambah beban pikiran masyarakat.

“Sebut saja tentang pembahasan RUU Omnibus Law, kebijakan pendanaan kursus prakerja yang menghabiskan dana negara Rp 6.5 triliun yang beraroma ‘rent seeking’ dan sekarang kebijakan memberi izin masuknya TKA dalam kondisi covid-19,” kata Yus.

GIAD merupakan sekumpulan aktivis kemanusiaan yang aktif mengawal kebijakan pemerintah agar sepenuhnya diarahkan bagi kesejahteraan masyarakat.

Mereka yang tergabung dalam GIAD masing-masing Ray Rangkuti, Kaka Suminta, Badiul Hadi, Arif Susanto, Jeirry Sumampow, Lucius Karus, Alwan Riantobi, Arif Nur Alam, dan Yusfitriadi. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
7
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar