Kartu Pra Kerja, Hambur Uang Negara Rp5,6 Triliun

Jumat, 1 Mei 2020 06:00

Kartu pra kerja

FAJAR.CO.ID — Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai, pemerintah perlu menjelaskan kepada masyarakat secara terang benderang terkait pelaksanaan program Kartu Prakerja.

Pasalnya, mulai muncul dugaan korupsi pada pelaksanaan program tersebut. Antara lain disuarakan politikus PDI Perjuangan Arteria Dahlan.

Anggota Komisi III DPR itu diketahui mengungkit dipilihnya ‘Ruangguru’ sebagai salah satu penyedia pelatihan online berbayar dalam program tersebut. Diduga proses dilakukan tanpa melalui tender atau penunjukan langsung.

Arteria menyampaikan pandangannya pada rapat kerja Komisi III dengan Ketua KPK Firli Bahuri, Rabu (29/4/2020) kemarin.

“Jadi, agar persoalan menjadi klir, saya kira perlu diskusi publik. Di situ dibongkar mulai dari prosedur penganggaran, alokasi dan rasionalitas biaya untuk apa saja,” ujar Emrus dalam pesan tertulis, Kamis (30/4).

Hal lain yang perlu diungkap ke publik, kata dosen di Universitas Pelita Harapan ini, terkait persetujuan, penunjukan penyedia pelatihan, serta teknis pelaksanaannya.

“Ingat, ini uang rakyat. Tidak boleh sepeser pun ditelan oleh ‘virus corona’. Harus diungkap semuanya, termasuk penunjukan penyedia pelatihan,” ucapnya.

Menurut Direktur Eksekutif EmrusCorner ini, siapapun bisa menggelar diskusi terkait program kartu prakerja. Namun, lebih baik dilakukan salah satu dari tiga aktor sosial yang muncul dalam perbincangan soal Kartu Prakerja.

Yaitu, Arteria Dahlan selaku pihak yang meminta KPK mendalami soal kartu prakerja. Kemudian Adamas Belva Syah Devara selaku pendiri dan CEO Ruangguru, serta Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily.

Komentar


VIDEO TERKINI