Nyatakan Perang ke FPI, Komunitas Independen Batak: Kami Merasa Ternodai

Jumat, 1 Mei 2020 11:01

FPI

FAJAR.CO.ID, MEDAN– Front Pembela Islam (FPI) di Sunatera Utara mendapat tantangan dari Komite Independen Batak (KIB). KIB bahkan menyerukan untuk mengusir FPI dari Sumatera Utara.

Hal ini bermula ketika FPI diduga melakukan persekusi terhadap seorang wanita yang menjual miras jenis tuak di Batang Kuis Deki Serdang. FPI tak terima sebab saat ini bulan Ramadan.

“Kami dengar ada seorang ibu rumah tangga dilecehkan, direndahkan, dihina, disampaikan cap kotor sekotor-kotornya oleh segerombolan manusia-manusia (maaf) biadab, yang kami dengar dari ormas FPI,” kata Ketua KIB, Tagor Aruan dalam video yang tersebar di jagat maya

Sebagai putra Batak, kata Tagor, dia sangat menentang perlakuan FPI terhadap pemilik kedai tuak, Lamria Maang. “Kami merasa terluka, kami merasa ternoda, buruh kami diperlakukan seperti itu,” kata Tagor.

“Saya Tagor Aroan atas nama Komite Indpenden Batak menyatakan mengusir, menentang, meminta aparat membubarkan FPI dari bumi Sumatera Utara, dari Kota Medan, dari Batang Kuis,” tegasnya.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, seluruh elemen bangsa Batak, mari kita bersatu, berkumpul untuk mengusir FPI dari Kota Medan, dari Sumatera Utara,” sambung dia.

Dia menyatakan perang terhadap FPI. “Saya menyatakan perang dengan FPI, bubarkan FPI. Mari kita bersatu semuanya, bergerak untuk mengusir FPI dari Indonesia, dari Sumatera Utara dan Kota Medan,” pungkas Tagor.

Komentar


VIDEO TERKINI