Pemkot Didesak Tes Massal, Kasrudi: Siapkan Ruang Isolasi dan Penuhi Kebutuhan Dasar

Jumat, 1 Mei 2020 23:01

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Kasrudi.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Makassar telah diterapkan selama sepekan. Pelanggaran demi pelanggaran masih marak terjadi. PSBB rencananya berlangsung sampai 7 Mei 2020 dan bisa diperpanjang.

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Makassar, Kasrudi, mengaku pesimis PSBB Makassar mampu menekan penyebaran covid-19. Pasalnya, selama sepekan digulirkan, Pemerintah Kota Makassar seolah-olah hanya fokus pada penindakan pelanggaran aturan namun mengabaikan aspek penerapan skenario kesehatan.

“Sejak awal saya pesimis PSBB ini berjalan maksimal. Warga masih berkeliaran cari nafkah di luar rumah. Toko non pangan masih banyak yang buka. Karena hal dasar hidup mereka belum terpenuhi seperti pemenuhan bahan pokok masyarakat belum merata terbagi,” papar Kasrudi saat dihubungi fajar.co.id, Jumat malam (1/5/2020).

Kasrudi beranggapan pemeriksaan massal Covid-19 bagi warga Makassar sangat perlu dilakukan. Namun sebelum itu dilaksanakan, beberapa aspek harus benar-benar telah disiapkan Pemkot.

“Alat Rapid Testnya harus ada dulu, lalu tempat isolasi harus disiapkan. Karena jika diadakan tes massal maka otomatis akan ditemukan peningkatan positif corona. Lalu di mana mereka akan ditempatkan jika ruang isolasinya tidak ada atau katakanlah kurang,” jelas Kasrudi.

Sehingga, politisi Gerindra ini menduga tes massal itu tidak dilakukan karena belum tersedianya ruang isolasi tersebut. Dikhawatirkan jika dilakukan tes massal sementara fasilitas kesehatannya minim tentu pasien akan membeludak sehingga menimbulkan kekacauan.

Komentar