PHK Massal Hingga Kartu Prakerja Jadi Sorotan

Jumat, 1 Mei 2020 17:17

Ilustrasi: Peringatan Hari Buruh (May Day) di Sumatera Utara tahun lalu. (Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia menyebutkan bahwa Hari Buruh Dunia kali ini berbeda seperti sebelumnya.

Beberapa hal pun menjadi sorotan, salah satunya adalah pekerja yang di rumahkan hingga dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat Covid-19.

“Dampak virus Covid-19 mengakibatkan banyak terjadi PHK massal yang dilakukan sepihak oleh perusahaan, termasuk tidak dibayarkannya gaji dan tunjangan hari raya (THR) yang seharusnya menjadi hak normatif pekerja,” Presiden Aspek Indonesia Mirah Sumirat melalui keterangan tertulis, Jumat (1/5).

Pasalnya, di tengah pandemi global yang melanda dunia ini, seharusnya perusahaan tidak egois dengan hanya mementingkan pendapatan dan laba perusahaan. Lebih parahnya lagi, jika perusahaan dengan sengaja mengabaikan aspek kesehatan dan keselamatan para pekerjanya.

Dengan begitu, pihaknya pun meminta kepada pemerintah untuk tegas dalam membuat kebijakan, termasuk membuat perusahaan untuk tetap membayar penuh gaji dan THR pekerjanya. Termasuk memberikan insentif khusus dan terbatas pada perusahaan yang terdampak.

Permasalahan lain adalah pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang masih mementingkan pembahasan Omnibus Law Rancangan Undang Undang Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja). Padahal, sejak awal, isinya mendapatkan banyak mendapat kritikan serta penolakan dari berbagai pihak.

Bagikan berita ini:
8
7
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar