Virus Corona Bermutasi di Tubuh Manusia, Covid-19 Lebih Agresif

Jumat, 1 Mei 2020 09:37

Ilustrasi waspada virus corona--fajar

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR– Mutasi yang lebih agresif dari virus Korona jenis baru diyakini menjadi penyebab tingkat infeksi yang lebih tinggi. Artinya kondisi pasien bisa lebih terinfeksi akibat virus yang bermutasi. Kesimpulan itu diambil dari kasus yang dikaitkan dengan pasien nomor 26 di Malaysia.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Datuk Dr Noor Hisham Abdullah mengatakan bahwa Institute for Medical Research (IMR) telah menemukan mutasi yang mungkin menyebabkan virus menjadi lebih agresif dalam kasus pasien 26. Virus tersebut bermutasi di tubuh pasien.

“Di IMR, kami melakukan isolasi virus dan mengkulturkan virus. Misalnya, dalam kasus pasien 26, kami telah mempelajari virus dan menemukan bahwa ada mutasi,” katanya seperti dilansir dari AsiaOne, Kamis (30/4).

“Mungkin mutasi ini telah membuat virus lebih agresif, dan telah menyebar dan menginfeksi sekitar 120 orang,” katanya dalam jumpa pers harian, Rabu (29/4).

Pasien 26 adalah Ketua UDA Holdings Bhd Datuk Hisham Hamdan yang berada di Shanghai pada pertengahan Januari. Tapi, dia membantah bahwa dirinya tertular virus di sana.

Dia mulai mengalami gejala pada 27 Februari dan dinyatakan positif Covid-19 pada 29 Februari dan kemudian dirawat di Rumah Sakit Sungai Buloh. Dr Hisham menambahkan bahwa peran IMR tidak hanya melakukan tes untuk Covid-19 tetapi juga fokus pada penelitian virus dan turunannya.

Bagikan berita ini:
4
4
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar