Anggaran Puluhan Miliar untuk Jalan Nasional Poros Wajo-Bone Mengendap

Jalan amblas di Cempa Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo tak kunjung dikerja. Padahal anggaran puluhan miliar telah dikucurkan.

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Proyek penanganan jalan nasional Kabupaten Wajo-Bone tak kunjung dikerjakan. Anggaran puluhan miliar yang telah dikucurkan malah mengendap.

Berdasarkan data yang dihimpun fajar.co.id, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran pagu Rp40.277.830.000 bersumber dari APBN 2020.

Penandatanganan kontrak kerja penanganan longsor Watanpone-Pompanua-Ulugalung dengan volume pekerjaan 0,39 kilometer, sejak awal Februari 2020 dilaksanakan oleh PT Vanca Utama Perkasa.

PPK 08 Koridor Kota Sengkang-Impa-impa-Tarumpakae, Ulugalung Pompanua-Batas Kabupaten Bone, Gazali membenarkan hal itu. Kata dia, pengejaran belum dilakukan akibat dampak pandemi covid-19.

“Pengerjaan bukan cuma di titik longsor di Bone. Tetapi sampai di titik jalan amblas di Cempa Desa Pallawarukka Kecamatan Pammana, Wajo,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari pagu anggaran yang dialokasikan, kemungkinannya terpotong untuk penanganan Covid-19. “Ada seperti itu, tapi belum fix,” bebernya.

Menyikapi hal itu, warga Cempa, Ambo Mai, mengeluhkan lambannya proses perbaikan ruas jalan nasional yang ada di Cempa.

Menurutnya, jalan amblas kerap dilanda banjir diatas jalur Trans Sulawesi itu. Diperkirakan sejak 10 tahun silam.

“Kalau tidak salah jalan ini amblasnya 2010 awal. Sejak amblas dititik Cempa, banjir selalu naik seperti sekarang ini,” akunya.

Selama sepuluh tahun tersebut, setiap kali dilakukan penimbunan. Tetap saja jalan poros Wajo-Bone ini amblas lagi dan banjir.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR