Dua Santri Reaktif di Rapid Test, Bupati Barru: Semoga Tak Positif Corona

Sabtu, 2 Mei 2020 07:03

Bupati Barru Suardi Saleh

FAJAR.CO.ID,BARRU– Bupati Barru Suardi Saleh meminta kepada masyarakat agar tidak panik mengenai informasi tentang dua santri yang reaktif positif pada hasil rapid test setelah pulang dari Jawa.

Menurutnya, rapid test yang dilakukan oleh Puskesmas, memang dua remaja yang baru tiba di Barru itu, dinyatakan reaktif positif. Tapi bukan berarti mereka positif atau terjangkit Corona. Sebab untuk menentukan apakah seseorang positif dari wabah tersebut, tetap merujuk di hasil swab.

“Jadi dua anak kita itu yang sudah kita tangani di Puskesmas dan RSUD, bukan berarti sudah positif dari Corona. Rapid test yang dilakukan adalah langkah awal untuk mendeteksi. Bisa saja hasil rapid test dinyatakan reaktif positif, tapi di pemeriksaan swab, justru negatif. Kenapa? Karena pemeriksaan ini beda. Akurasi dari swab itu yang dijadikan dasar menentukan terjangkit atau tidaknya orang,” jelas Suardi Saleh, Sabtu (02/05/2020).

Ia menambahkan, rapid test tidak sama dengan swab dalam mendeteksi virus. Rapid test merupakan tahap pemeriksaan dan penyaringan awal. Jika ada yang ditemukan reaktif, itu dilakukan penanganan lebih lanjut. Seperti mengisolasi di rumah sakit, sambil menunggu hasil swab.

“Jadi sekali lagi, untuk mendiagnosis seseorang terinfeksi atau positif Covid-19, hasil pemeriksaan swab lah yang digunakan. Kalau pemeriksaan rapid test itu menggunakan sampel darah. Sedangkan pemeriksaan swab menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung maupun tenggorokan. Dan alatnya masih terbatas di Sulsel. Kita berharap, hasil swab nantinya, mudah-mudahan negatif,” jelas Suardi Saleh yang juga ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Barru.

Komentar