Lima Bulan Tak Ada Perkembangan, Keluarga Mendiang Bos Coto Minta Kasus Di-SP3

Sabtu, 2 Mei 2020 13:43

Polisi melakukan olah TKP

FAJAR.CO.ID, GOWA – Hasdalil Mukminat menaruh harapan ke penyidik Satuan Reskrim Polres Gowa. Ayah tercintanya, Dahlan Daeng Liwang (53) tewas diduga akibat luka tembakan.

Sudah lima bulan lamanya, tabir kematian ayahnya sebagai bos coto di Kabupaten Gowa, belum sampai ke titik yang terang benderang. Saking lamanya, Hasdalil mengambil keputusan.

Perempuan 27 tahun itu yang didampingi Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), menyarankan untuk menghentikan kasus tersebut. Bukannya sudah tak percaya lagi dengan polisi, Hasdalil justru paham dengan kerja para penegak hukum.

Hanya saja, tidak adanya barang bukti dan saksi yang kuat selama proses penyelidikan, hingga pengungkapan pembunuhan ayahnya itu seakan-akan berjalan molor.

“Saya yang mengirim itu surat untuk menyarankan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dikeluarkan. Daripada tidak ada kejelasan,” ujar Hasdalil.

“Saya juga sudah konsultasi dengan PBHI, dan beliau bilang tidak apa. Karena saya punya hak sebagai keluarga korban,” sambung perempuan berjilbab itu, kepada Fajar.co.id, Sabtu (2/5/2020).

Saking lamanya terungkap, Hasdalil beserta sanak keluarga yang ditinggal almarhum pernah membentangkan sebuah spanduk besar, dan dipasang di lokasi almarhum ditemukan tergeletak tak bernyawa di Jalan Yompo Daeng Naba.

Isi spanduk itu tertulis sebuah ucapan meminta kepada masyarakat agar mendoakan arwah almarhum Daeng Liwang diterima disisi-Nya. Sementara polisi diminta untuk lebih serius dalam mengungkap siapakah pelaku tersebut.

Bagikan berita ini:
1
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar