Lupa Baca Niat Puasa Ramadan, Simak Penjelasan Ustaz Zulkifli Marzuki

Sabtu, 2 Mei 2020 19:57

Ustaz Zulkifli Marzuki

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Baginda Rasulullah SAW bersabda, apabila masuk bulan ramadan terbukalah pintu-pintu rahmat dan tertutuplah pintu-pintu neraka serta terbelenggulah syaitan-syaitan.

Hadis ini sebagai penegasan betapa berartinya puasa bagi orang yang beriman. Bukan hanya diwajibkan bagi generasi sekarang tapi juga orang-orang sebelumnya. Muaranya adalah agar kita bertakwa kepada Allah SWT.

Puasa Ramadhan tidaklah afdhal jika tidak disertai niat. Berbagai pendapat ulama mengajarkan tentang hukum niat puasa ramadhan ini.

Berikut bunyi niat puasa, “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala”.

Dilansir dari channel Youtube ZulkifliMarzuki TV diterangkan, dalam kitab Bulughul Marom karangan Al Imam Al Hafidz ibnu Hajar Al Atsqolani, diriwayatkan Hafsah istri dari Baginda Rasul SAW mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda “barang siapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar maka puasanya dianggap tidak sah”.

Ustaz Zulkifli Marzuki, Ketua MUI Karet Kuningan Setiabudi, Jakarta Selatan itu lalu menjelaskan para imam dari empat mazhab berbeda penafsiran dari Hadis ini. Yang pertama Imam Abu Hanifah mengatakan bahwa seseorang bila niat puasa setelah subuh hingga sebelum dzuhur, puasanya dianggap sah.

“Sementara bagi madzhab Imam Syafi’i, niat puasa sesudah subuh maka puasa wajibnya (ramadhan) tidak sah. Tapi jika ia puasa sunnah maka sah,” ucap Ustaz Zulkifli.

Komentar