Mengapa Mantan Direksi PDAM Makassar Belum Kembalikan 3 Dana ke Perusahaan?

PDAM Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mantan direksi PDAM Makassar periode 2015 – 2019 diduga melakukan korupsi. Sebanyak Rp31 miliar lebih, anggaran temuan BPK diduga belum dikembalikan ke kas perusahaan hingga kini.

Dana sebanyak itu dianggap berpotensi merugikan negara. Alasan belum dikembalikan pun masih belum jelas. Sekretaris Umum Lembaga Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sulsel (LB-AMP) Sulsel, Suherman sebagai pelapor menyayangkan itu.

“Silakan konfirmasi ke mantan direksinya. Inikan rekomendasi BPK, temuan dugaan tindak pidana korupsi. Sebagai warga negara, kalau ada rekomendasi seperti itu, harus ditaati,” kata Suherman kepada Fajar.co.id, Sabtu (2/5/2020).

Dalam laporan tertulis ke Kejati Sulsel, Suherman menyebutkan BPK merekomendasikan Wali Kota Makassar (Moh Ramdhan Pomanto saat itu) untuk memerintahkan petinggi perusahaan plat merah itu mengembalikan dana tantiem, dan bonus pegawai tahun 2018, serta kelebihan biaya pensiun pegawai. Semuanya berjumlah Rp31 miliar lebih.

Salah satu mantan direksi PDAM Makassar dikonfirmasi soal dugaan itu. Namun saat ditelepon maupun melalui pesan singkat, tidak ada respons sampai hari ini.

Dugaan itupun telah dilaporkan ke Kejati Sulsel, pada 27 April 2020 kemarin.

“Ini kami masih dalam tahap proses. Apalagi laporannya baru masuk pada 27 April 2020 kemarin. Jadi pelan-pelan dulu,” ujar Kasi Penkum Kejati Sulsel, Idil. (Ishak/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...