Arief Poyuono: Kita Harus Bersatu Menghindari Hilangnya Indonesia Pada 2030

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menyatakan narasi dalam novel Ghost Fleet yang menyebut Indonesia pada 2030 sudah tidak eksis lagi bukan tidak mungkin bakal mendekati kenyataan. Menurut dia, jika pemerintah gagal menanggulangi pandemi penyakit virus corona 2019 (COVID-19), risikonya adalah eksistensi Indonesia.

Arief mengatakan, Sylvia Browne dalam novelnya yang berjudul End of Days: Predictions and Prophecies about The End of The World sudah meramalkan sebuah penyakit seperti pneunomia yang menyebar seluruh dunia. “Ternyata wabah corona yang terjadi pada tahun 2020 sudah diprediksi oleh Sylvia Browne dalam bukunya End of Days yang terbit di 2008,” kata Arief kepada JPNN.com (grup fajar.co.id), Minggu (3/5).

Politikus yang juga ketua umum Federasi Serikat Pekerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bersatu itu lantas mengutip narasi di halaman 191 novel End of Days. Narasinya berpresisi dengan COVID-19 yang kini menjadi pandemi global.

Narasinya adalah sekitar 2020 penyakit seperti pneunomia akan menyebar ke seluruh dunia, menyerang paru-paru dan saluran bronkial dan sulit disembuhkan. Lebih membingungkan lagi penyakit itu akan lengkap secara tiba-tiba dan kembali menyerang sepuluh tahun kemudian, dan kemudian menghilang secara keseluruhan.

Arief menuturkan, kadang sebuah prediksi dalam buku langsung ditentang dan ditolak mentah-mentah, sebagaimana ketika Sylvia Browne menerbitkan End of Days pada 2008. Namun, kini justru prediksi penulis asal AS itu terbukti.

  • Bagikan