Penyaluran Sembako Belum 50 Persen, Dewan Sebut Bisa Picu Kriminalitas

Minggu, 3 Mei 2020 19:23
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penyaluran bantuan sosial berupa sembako kepada masyarakat terdampak covid-19 belum juga rampung. Dari 60 ribu sembako yang disediakan, masih tersisa 43.329 yang belum tersalurkan.

DPRD Kota Makassar pun menyesalkan lambatnya bantuan Pemerintah Kota (Pemkot) tersebut kepada masyarakat, hal ini dinilai dewan dapat berpotensi tingkatkan angka kriminalitas.

Wakil Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan, Nunung Desniar menjelaskan bahwa seharusnya pemerintah lebih intens memikirkan nasib masyarakat yang terdampak covid.

Kebutuhan mereka selayaknya perlu dipenuhi oleh pemkot. Hal ini akan berakibat buruk jika tidak ada pemenuhan kebutuhan tersebut, potensi kriminalitas di kota Makassar bisa saja akan meningkat sejalan dengan tidak terpenuhinya kebutuhan masyarakat di rumah.

“Mereka tidak memikirkan bahwa masyarakat ini juga berpikir apa yang mereka lakukan adalah benar, karena mereka butuh makan, sekarang ini kita tidak bisa salahkan masyarakat,” katanya.

Nunung mengkritisi langkah pemerintah yang dinilainya lamban dan terkesan tidak siap utamanya dalam penyaluran bantuan tersebut, hal itu dapat dilihat dari belum maksimalnya pendistribusian sembako dan sosialisasi ke masyarakat hingga hari ini.

Seharusnya kata Nunung, pemerintah perlu lebih jeli melihat situasi dan menyiapkan segala sesuatu dengan matang.

“Pandangan saya pemerintah kota sebenarnya belum siap untuk PSBB karena belum adanya pendistribusian sembako kepada masyarakatkan, trus tingkat keamanan juga masih belum signifikan dan warga seharunya diberikan edukasi dengan benar,” katanya.

Bagikan berita ini:
5
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar