Petugas Medis di Surabaya Dicap Gila, Dimarahi, hingga Dicaci Maki Pasien Covid-19

Minggu, 3 Mei 2020 18:23

Ilustrasi petugas medis mengambil saat pemeriksaan rapid test. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Sejumlah petugas medis di Kota Surabaya, Jawa Timur, mengaku sering dimarahi hingga dicaci maki saat melakukan penyelidikan epidemiologi atau tracing terdahap orang dalam pemantauan (ODP) maupun orang tanpa gejala (OTG) Covid-19.

Fiqqi Fierly, salah seorang petugas medis Puskesmas Krembangan Selatan, Surabaya mengatakan, puskesmas menerjunkan beberapa tim. Mereka punya grup WhatsApp. ”Cerita di grup itu hampir sama semua. Ya ada yang dimarah-marah dan ada yang dicaci maki,” kata Fiqqi seperti dilansir dari Antara pada Minggu (3/5).

Fiqqi mengakui bahwa di awal-awal melakukan tracing itu, berkali-kali dia dikatakan sebagai orang gila, tidak ada kerjaan, dan berbagai cacian yang sangat kurang enak di hati. Namun, karena itu tugas dan demi menolong warga Surabaya, dia tetap melakukannya meski penuh dengan perjuangan.

”Yang paling sulit itu ketika ada OTG dan tidak sadar bahwa dirinya sakit. Sehingga, dia menolak untuk diisolasi dan diobati. Mereka selalu bilang saya ini sehat, kenapa harus diobati. Nah, yang seperti ini yang sangat butuh perjuangan. Luar biasalah pokoknya,” terang Fiqqi.

Dia menjelaskan, Covid-19 dan orang yang terkena virus itu, termasuk para tim medisnya, seakan dianggap aib di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, dia berharap kepada warga untuk sadar bahwa virus itu bukan aib. ”Ini wabah yang harus kita hadapi bersama. Makanya, saya selalu miris ketika melihat masih banyak yang tidak pakai masker dan tidak jaga jarak,” tutur Fiqqi.

Bagikan berita ini:
10
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar