Tak Terpengaruh Covid-19, Petani Milenial Jamur Tiram Raup Puluhan Juta

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 tak berpengaruh banyak terhadap budidaya jamur tiram. Buktinya, petani jamur tiram dari Sumatera Utara mengalami peningkatan order. Terutama saat memasuki bulan puasa. Hal ini dialami petani milenial jamur tiram asal Huta Negeri Lawan I, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Usman Aziz.

Usman Aziz (24) adalah mahasiswa Semester 8 Program Studi Agribisnis di Universitas Simalungun. Usman juga salah satu pelopor Duta Petani Milenial tingkat nasional yang telah dikukuhkan Kepala Badan PPSDMP Kementan bersama 66 Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) lainnya.

Usaha budidaya jamur tiram didirikan Usman atas inisiatif sendiri. Ia melihat peluang usaha budidaya jamur tiram yang ternyata sangat menjanjikan di Pasar Sentral Kabupaten Simalungun maupun pasar di luar Simalungun.

Usman mengatakan disaat bisnis lain mengalami kolaps bahkan cenderung gulung tikar akibat resesi ekonomi, bisnis jamur tiram yang dia geluti justru banjir pesanan.

Menurutnya, harga jual jamur cenderung stabil, saat ini sekitar Rp 20 ribu per kilogram. Dan usaha jamurnya dapat menghasilkan untung mencapai Rp 73,5 juta lebih per bulan. Tiap hari, ia bisa menjual minimal 50 kg jamur tiram atau sekitar 1200 baglog jamur per hari. Selain itu,Usman juga menjual bibit jamur tiram.

“Situasi saat ini saya justru bersyukur karena dampak pandemi Covid-19 tidak ada pengaruhnya pada usaha saya. Justru permintaan jamur tiram meningkat,” katanya.

“Selain pasar sentral, kami juga memasok jamur tiram ke beberapa kafe di sekitar Simalungun. Untuk pemenuhan kebutuhan pasar, kami masih bergantung pada permintaan pasar. Masih belum merambah ke pasar modern seperti supermarket. Ini akan menjadi target kami kedepannya” tambahnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan