Diduga Tunjangan Perumahan Sejumlah Legislator Wajo Masuk Kantong Pribadi

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID SENGKANG — Sejumlah legislator DPRD Kabupaten Wajo diduga tidak merealisasikan tunjangan perumahannya. Anggaran Rp7 juta per bulan yang disediakan hanya masuk di kantong pribadinya.

Presiden Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) Herianto Ardi mengatakan, pemberian tunjangan perumahan kepada dewan, sejatinya dianggarkan bertujuan supaya wakil rakyat ini berdomisili di ibukota kabupaten yaitu Sengkang Kecamatan Tempe.

“Tetapi sekarang banyak legislator tidak tinggal di Sengkang atau sampai wilayah batas kota. Mereka masih memilih berdomisili dikampungnya sendiri,” ujarnya, Senin, 4 Mei.

Dia menambahkan, kewajiban untuk berdomisili dibatas kota tersebut, bahkan telah diatur dalam tata tertib DPRD. Yang dibuat dan disetujui oleh para wakil rakyat itu sendiri.

Selain itu, tujuan utamanya agar mereka hadir tepat waktu setiap dilaksanakan rapat. “Sekarang banyak tinggal dikampung sendiri, makanya biasa ada terlambat, akibatnya rapat molor karena tidak kuorum,” tuturnya.

Berdasarkan informasi dihimpun FAJAR, dari 40 legislator DPRD Wajo, hanya 39 orang diberikan tunjangan perumahan. Berbeda untuk Ketua DPRD Wajo, Andi Alauddin Palaguna, mendapatkan fasilitas Rumah Jabatan di Jalan Jati, Kelurahan Lapongkoda Kecamatan Tempe.

Sementara, legislator DPRD Wajo Herman Arif membenarkan, tujuan pemberian tunjangan tersebut. Kata dia, setiap bulannya menerima sebesar Rp7 juta untuk tunjangan perumahan.

“Tunjangan itu saya pakai sewa rumah di Jalan Beringin Sengkang. Karena kalau tinggal di Dapil (Siwa, red) kejauhan, bisa-bisa terlambat,” tutur.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR