Haaland dan Camavinga belum Pasti Starter di Madrid

Senin, 4 Mei 2020 10:22

Erling Haaland dan Eduardo Camavinga

FAJAR.CO.ID, MADRID—Erling Haaland dan Eduardo Camavinga adalah dua remaja yang paling diburu di planet ini. Namun, keduanya dikaitkan dengan kepindahan ke Real Madrid musim panas ini.

Meski begitu, kedua pemain remaja tersebut dipastikan akan berpikir keras menerima pinangan Madrid. Pasalnya, mereka hampir pasti tidak akan dijamin untuk bisa terus bermain dan menjadi starter di Estadio Santiago Bernabeu. Alasan yang sama yang membuat Los Blancos melewatkan Kylian Mbappe. Penyerang muda Prancis itu diburu Madrid sejak masih di AS Monaco. Tapi, Mbappe ingin diyakinkan bahwa ia akan bermain meski trisula BBC (Bale, Benzema, dan Ronaldo) berada di puncak permainan mereka. Menurut laporan yang dikutip dari MARCA, sejak Sergio Ramos tiba dari Sevilla pada tahun 2005, segerbon pemain muda dipaksa berjuang untuk membangun karier mereka di Real Madrid. Musim ini misalnya ada nama Vinicius Junior, Rodrygo Goes, Reinier Jesus, Brahim Diaz, Fede Valverde dan Andriy Lunin. Vinicius Junior, Rodrygo Goes, dan Valverde mungkin bisa dikatakan berhasil. Khusus Valverde, setelah kampanye sulit 2018/2019 ia telah masuk ke starting line-up musim ini dan menjadi salah satu pemain andalan Zinedine Zidane. Namun, yang lain kesulitan membuat dampak dan mendapat menit bermain yang cukup. Contohnya adalah Theo Hernandez, yang bergabung dengan Los Blancos saat berusia 19 tahun. Ia hanya bertahan satu setengah musim di bawah bayang-bayang Marcelo lalu memutuskan hengkang ke AC Milan setelah sebelumnya dipinjamkan. Martin Odegaard, Jesus Vallejo, Achraf Hakimi, Borja Mayoral dan Luca Zidane juga ada dalam kelompok yang tidak mampu memesona di awal kedatangan mereka. Tak heran mereka harus dikirim ke klub lain untuk magang.

Hal sama terjadi pada Marcos Asensio yang menandatangani kontrak dengan Real Madrid sebagai pemain berusia 20 tahun pada tahun 2016. Meski kerap menjadi penentu hasil pertandingan, ia tidak pernah benar-benar punya tempat di barisan starter.

Lulusan akademi seperti Alvaro Morata dan Jese Rodriguez mengalami nasib sama. Kedua penyerang tersebut dipaksa mengejar karier mereka di tempat lain. Morata bahkan mendapat dua kesempatan sebelum akhirnya memutuskan pergi.

Namun, ada contoh baik bagaimana kesabaran bisa menjadi kunci dalam situasi ini. Raphael Varane memberi contoh itu. Ketika tiba 2011 silam, Varane yang kala itu baru berusia 18 tahun harus mengantre di belakang Ramos dan Pepe.

Seiring berjalannya waktu, pemain asal Prancis itu sukses menaklukkan ketatnya persaingan di Madrid. Ia mampu menempatkan dirinya sebagai pemain kunci di klub meski usianya ketika itu masih sangat muda.

Daftar sukses dan kekecewaan termasuk anak-anak muda seperti Sergio Canales, Royston Drenthe dan Gonzalo Higuain tentu menjadi cermin paling baik bagi Haaland dan Camavinga. Dan terserah mereka untuk memutuskan tidak ingin bergabung atau mencoba peruntungan. (amr)

Bagikan berita ini:
1
1
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar