Kasus Covid-19 hanya 15 Orang, Gorontalo Gerak Cepat Berlakukan PSBB

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, GORONTALO– Pemerintah Provinsi Gorontalo pada Senin (4/5) mulai menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), untuk mempercepat pengendalian penularan virus korona penyebab Covid-19.

Pemberlakuan PSBB itu setelah penerbitan Peraturan Gubernur Gorontalo Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Wilayah Provinsi Gorontalo.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjelaskan, Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menerapkan PSBB selama 14 hari mulai 4 sampai 17 Mei. Pembatasan sosial berskala besar akan dilaksanakan sepenuhnya setelah sosialisasi pedoman pelaksanaan PSBB selama dua hari mulai Selasa (5/5).

”Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, PSBB antara lain meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, serta pembatasan operasi moda transportasi,” terang Rusli Habibie seperti dilansir dari Antara pada Senin (4/5).

Rusli meminta warga mematuhi ketentuan tentang PSBB yang tertuang dalam peraturan gubernur supaya penularan virus korona bisa segera dikendalikan. ”Tetap mematuhi ketentuan pembatasan dalam hal menggunakan moda transportasi, menggunakan masker, dan menjaga jarak. Berinteraksi di luar rumah dari pukul 06.00 sampai 17.00 Wita, di atas jam tersebut semuanya sudah harus berada di rumah masing-masing,” kata Rusli.

Usai mengumumkan penerapan PSBB di aula rumah jabatan gubernur yang disiarkan langsung melalui akun Facebook Humas Pemerintah Provinsi Gorontalo, Rusli menuju ke Simpang Lima Telaga untuk mencanangkan pemberlakuan PSBB serentak di wilayah Provinsi Gorontalo.

  • Bagikan