Pilwalkot Makassar, Hubungan Golkar dan Nasdem Memanas

Senin, 4 Mei 2020 22:04

Hubungan antara DPD Partai Golkar dan DPW Nasdem di Sulawesi Selatan (Sulsel) kian memanas. Konflik keduanya dipicu saling serang pernyataan di media surat kabar. (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Hubungan antara DPD Partai Golkar dan DPW Nasdem di Sulawesi Selatan (Sulsel) kian memanas. Konflik keduanya dipicu saling serang pernyataan di media surat kabar.

Pernyataan Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Syaharuddin Arlip beberapa waktu lalu di sebuah surat kabar di Makassar menyatakan, pihknya meminta agar tak ada spekulasi lain bagi bakal calon wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto jika ingin diusung Nasdem.

Dia juga meminta agar tidak perlu lagi diarahkan pada kandidat yang disodorkan Golkar, yakni Andi Zunnun Armin NH, Putra Plt Ketua DPD I Sulsel Nurdin Halid.

Menanggapi pernyataan itu, Juru Bicara Golkar Sulsel Muhammad Risman Pasigai melalui pernyataan persnya menyebut berita Nasdem tersebut merupakan kesekian kalinya yang ‘menyerang’ Golkar Sulsel.

Bahkan, kata dia, sejak pertengahan Maret lalu, Partai Nasdem Sulsel melalui Sekretarisnya Syaharuddin Alrip dengan lantang menyampaikan sikap partainya menolak bakal calon wakil pendamping Danny Pomanto dari partai Golkar, yakni Zunnun.

“Dan (Partai Nasdem Sulsel) menolak berkoalisi dengan Partai Golkar di Makassar maupun di Sulsel,” kata Risman melalui keterangan tertulis, Minggu (3/5).

Risman juga menyatakan, DPD Golkar Sulsel maupun DPP Partai Golkar tidak pernah mengajak Partai Nasdem untuk berkoalisi dalam pilkada serentak 2020, termasuk di Kota Makassar. Karena itu, Nasdem Sulsel tidak punya dasar untuk menolak Golkar Sulsel berkoalisi karena sejak awal tidak pernah diajak berkoalisi.

Komentar