Sulsel Klaim Ketahanan Ekonomi Kuat

Senin, 4 Mei 2020 14:34

NURHADI/FAJAR PENUHI KEBUTUHAN. Para buruh memikul beras dari truk ke kapal untuk dikirim ke beberapa pulau di Pelabuha...

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pandemi Covid-19 membuat perekonomian global hingga tanah air babak belur. Meski juga terdampak ke daerah, ketahanan ekonomi Sulsel diyakini masih kuat.

WABAH Covid-19 telah membuat perekonomian merosot pada hampir semua sektor. Seperti jalur permintaan masyarakat dengan jatuhnya permintaan produk oleh masyarakat dan ekspor.

Lalu jalur produksi dengan turunnya produktivitas tenaga kerja akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan sulitnya impor untuk bahan produksi. Termasuk melumpuhnya jalur transportasi dan distribusi barang.

Direktur Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Keuangan Kantor Perwakilan BI Sulsel, Endang Kurnia Saputra mengatakan, secara keseluruhan Sulsel menunjukkan kondisi keuangan yang relatif kokoh dan inklusif dengan pengembangan SDM. Kesejahteraan sosial juga cenderung meningkat.

Namun tidak dapat dipungkiri, pandemi Covid-19 akan membawa pengaruh signifikan terhadap ekonomi dan kesejahteraan sosial. “Ekonomi Sulsel kita proyeksikan tumbuh 4,5 persen sampai dengan 4,9 persen,” kata Endang, Jumat, 1 Mei lalu.

Skenario ini, lanjutnya mengikuti pertumbuhan ekonomi RI yang terpangkas menjadi 2,3 persen di tahun 2020. “Di Sulsel pertambangan dan pertanian masih bagus. Ekspor nikel masih memberikan harapan,” terangnya.

Bagikan berita ini:
6
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar