Yayat Supriatna: Pilihan Mudik untuk Menyelamatkan Kehidupan Selanjutnya

Senin, 4 Mei 2020 15:22

ILUSTRASI: Sejumlah pemudik berjejalan memasuki bus yang akan membawa mereka ke kampung halaman (Boy Slamet/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Larangan warga melakukan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah masih menyisakan sejumlah persoalan. Secara kasat mata memang terlihat jelas ada upaya penyekatan kendaraan mudik. Namun, di balik itu diperkirakan ada warga yang pulang kampung secara diam-diam.

Pengamat Perkotaan Universitas Trisakti Jakarta, Yayat Supriatna mengatakan, warga yang saat ini memaksa mudik bukan bertujuan sekedar mudik biasa. Melainkan ingin menyelematkan hidupnya. karena di Jakarta mereka tak lagi bisa bekerja dan mendapat penghasilan. “Pilihan mudik itu untuk menyelamatkan kehidupan selanjutnya. Karena satu yang dihadapi adalah ketidakpastian,” kata Yayat saat dihubungi JawaPos.com (grup fajar.co.id), senin (4/5).

Ketidakpastian yang dimaksud Yayat yakni pandemi Covid-19 di Jakarta yang belum diketahui kapan akan berakhir. Selam wabah masih menyebar, maka banyak warga tidak bisa bekerja. Sedangkan kebutuhan hidup di Jakarta terbilang tinggi. “Efektivitas mudik ini akan sangat tergantung pada situasi dan kondisi dari sisi pandemi apakah semakin parah atau tidak,” imbuhnya.

Jika kondisi semakin parah, warga akan memaksa melakukan mudik. Karena tidak ada pilihan lain. Mudik dianggap solusi menyelamatkan kehidupan, sebab hidup di kampung berbiaya lebih murah. Serta tak perlu membayar sewa tempat tinggal.

Bagikan berita ini:
1
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar