8 Perawat RSUD Depok Mundur, Begini Alasannya

Selasa, 5 Mei 2020 13:35

Ilustrasi tim medis memakai alat pelindung diri (APD) di tengah pandemi Covid-19. (Humas RSUD Kudus/Antara)

FAJAR.CO.ID, DEPOK – Delapan perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Jawa Barat mengundurkan diri dari tenaga kesehatan.

Pasalnya, tuntutan mereka tidak bisa dipenuhi Pemkot Depok.

Direktur Umum RSUD Kota Depok, Devi Mayori membenarkan pengunduran diri delapan perawat tersebut.

Hal itu dikarenakan permintaan para perawat tersebut untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak bisa terpenuhi.

Devi mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengambangan SDM (BKPSDM) Kota Depok.

“Namun BKPSDM tidak bisa mengambil keputusan terkait permintaan delapan perawat,” ujar Devi Mayori kepada Radar Depok.

Devi Mayori menjelaskan, keputusan pengangkatan ASN kewenangan berada di Pemerintah Pusat, sehingga pusat yang memutuskan permintaan delapan perawat.

Terlebih, RSUD Kota Depok tidak pernah menjanjikan delapan perawat tersebut untuk menjadi ASN Kota Depok.

Devi Mayori mengungkapkan, guna mengisi kekosongan perawat yang mengundurkan diri, RSUD Kota Depok mendapatkan bantuan dari rumah sakit lain terkait tenaga medis.

Hal itu dikarenakan, RSUD Kota Depok telah berkoordinasi dengan organisasi perawat, yakni PPNI. Dari koordinasi tersebut terdapat beberapa pegawai yang dilakukan pengurangan dari rumah sakit tempatnya bekerja. “Salah satu yang kami rekrut dari RS Permata,” terang Devi.

Dia mengakui, setelah RSUD Kota Depok menjadi RS Covid-19, masih membutuhkan tenaga medis, salah satunya dokter spesialis, baik penyakit dalam maupun anak.

Komentar